Makam Sultan Suriansyah Akhirnya Resmi Dibuka

Pembukaan ini dilakukan sesuai komitmen Pemko Banjarmasin melalui tim pengelola sementara didampingi aparat keamanan, yang disaksikan dua kubu yang sedang berkonflik

BANJARMASIN, KP – Komplek pemakaman Sultan Suriansyah, Jalan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara akhirnya dibuka, Jumat (14/08/2020) pagi.

Para peziarah sudah bisa masuk ke dalam. Makam Raja Banjar Pertama itu pun bisa dilihat lebih dekat. Tak ada lagi istilah berziarah di luar pagar. Semuanya normal seperti semula.

Pembukaan ini dilakukan sesuai komitmen Pemko Banjarmasin. Melalui tim pengelola sementara didampingi aparat keamanan, dan disaksikan oleh dua kubu yang sedang berkonflik, komplek pemakaman dibuka pada pukul 9 pagi.

“Makam ini dibuka setelah kedua belah pihak menyerahkan anak kunci mereka masing-masing. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ucap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Banjarmasin, Doyo Pudjadi, usai membuka.

Pagar pemakaman itu memang sempat digembok sejak beberapa bulan. Di depannya dipasang spanduk berisikan informasi bawah statusnya dalam keadaan Quo. 

Hal ini menyusul menyeruaknya konflik antar dua kubu. Terkait sengketa kepengurusan. Tak ayal, konflik dualisme kepengurusan ini memberikan dampak negatif terhadap situs cagar budaya itu.

Hingga komplek pemakaman dibuka, konflik ini masih berlanjut. Tim dari Pemko memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan sementara waktu. Hingga adanya salah satu pihak yang ditetapkan sebagai ahli waris yang sah.

“Jadi untuk sementara pengelolaannya diambil alih tim. Semua manajemen dikelola dengan transparan bersama pihak keamanan,” jelas Doyo.

Berita Lainnya

Akademisi ULM Kritik Reduksi Mapel Sejarah di SMA

Dewan Ajak Masyarakat Manfaatkan Hutan

1 dari 1.397
Loading...

Selain itu, Doyo yang juga menjabat sebagai ketua Tim Pengelola sementara menjelaskan bahwa, sesuai hasil musyawarah yang dilakukan sebelum pembukaan, teknis pengelolaan makam di lapangan dilakukan secara bergantian oleh pihak yang sedang berkonflik.

“Jadi untuk hari ini giliran pengurus yang lama. Kalau besok yang baru. Tapi ini untuk sementara Selasa depan akan dievaluasi lagi,” beber Doyo.

Toh jika teknis ini berjalan lancar, dan tak ada menemui kendala nantinya. Maka teknis ini akan dilanjutkan ke depannya.

Doyo pun berharap, kedua belah pihak yang sedang berkonflik bisa rukun. Dalam artian tak ada lagi gesekan antara dua kubu. Sebab, jika itu terjadi maka makam sendiri yang bakal menjadi korban.

“Ya semoga bisa berdamai. Ini demi kebaikan kita bersama. Kasian juga peziarah kalau masalah ini berlarut-larut,” harapnya.

Adapun, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjarmasin, Ikhsan Alhak, enggan berkomentar banyak, dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim pengelola sementara.

Namun yang pasti, ujarnya, pihaknya tak mau terlibat dengan konflik dualisme kepengurusan itu. Dan persoalan ini tak akan mempengaruhi dengan pengeluaran bantuan insentif bagi beberapa petugas di sana.

Dia mengungkapkan, bahwa ada tiga orang yang rutin menerima insentif dari Pemko melalui Disbudpar seperti petugas keamanan dan kebersihan. 

“Kita tidak terlibat dengan konflik itu. Petugas jaga malam dan kebersihan tetap kita beri insentif. Setiap bulan mereka menerima Rp1,6 juta perbulannya,” tukasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya