Pemerintah Provinsi Kalteng Dukung Sensus Penduduk 2020

Palangka Raya, KP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah -Biro Protokol dan Komunikasi Publik menyampaikan bahwa pada bulan September 2020 ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan tahapan kedua Sensus Penduduk Tahun 2020 (SP2020), yaitu Pendataan di lapangan.

Dalam tahapan pendataan di lapangan tersebut, BPS akan langsung mengirimkan petugas ke rumah para penduduk yang belum mengikuti tahapan Sensus Penduduk (SP) Online yang digelar pada tanggal 15 Februari sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 lalu.

Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) sangat mendukung pelaksanaan Sensus Penduduk pada Bulan September 2020 ini.

Dukungan tersebut juga disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya saat memimpin rapat Tindak Lanjut Kickoff Sensus Penduduk Tahun 2020, bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, pada Senin, (31/8/2020).

“Mari kita dukung proses pendataan penduduk di Bulan September ini, kata Wagub.

Bagi perangkat daerah, seperti Camat, Lurah dan Ketua RT, kami harapkan dapat mendukung penuh dengan membantu setiap proses lapangan Sensus Penduduk 2020 September.

Digarapkan penduduk Kalimantan Tengah yang belum berpartisipasi dalam SP Online, saya harap dapat menerima kedatangan petugas dengan baik dan memberi informasi yang sebenar-benarnya,” katanya.

Akibat pandemi Covid-19, tahapan pendataan lapangan Sensus Penduduk 2020, terpaksa diundur, yang semula direncanakan pada Bulan Juli 2020, akhirnya dilaksanakan pada bulan September 2020. “

Sensus Penduduk ini yang sedianya dilakukan pendataan lapangan pada Bulan Juli harus diundur hingga September.

Saya yakin BPS telah menyiapkan dengan baik proses lapangan yang akan dilakukan nanti, mulai dari petugas yang telah dipastikan bebas Covid-19.

Saya berharap petugas tersebut dapat menjalankan tugas lapangan dengan baik dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ungkap Wagub Habib Ismail.

“Kondisi pandemi Covid-19 saat ini membutuhkan kewaspadaan dan perhatian dari kita semua.

Seluruh penduduk harus terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Hal demikian adalah untuk memutus penyebaran virus (Covid-19).

Berita Lainnya
1 dari 358

Adaptasi ini perlu kita lakukan, mengingat roda kehidupan tidak boleh berhenti, perekonomian harus tetap berjalan, proses Iayanan masyarakat tidak boleh berhenti,” imbuh Wagub.

Selanjutnya, Wagub Kalteng pun menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya menyampaikan, data adalah jenis kekayaan baru bangsa, yang Iebih berharga dari minyak.

Untuk itu, kedaulatan data harus diwujudkan, di mana hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi, dan regulasinya harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi.

Betapa strategisnya data terutama memasuki era revolusi industri 4.0, sehingga dibutuhkan pengelolaan data yang profesional, berintegritas, dan amanah.

Salah satu data strategis yang sangat dibutuhkan untuk berbagai kepentingan adalah data penduduk,” pungkas Wagub Habib Ismail Bin Yahya.

Sementara itu, Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri pada kesempatan itu menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Penduduk September 2020 menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yang wajib dipatuhi dan dijalankan oleh setiap petugas SP2020.

Seluruh petugas sensus yang direkrut telah melakukan pemeriksaan kesehatan, untuk memastikan terbebas dari Covid-19.

“Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dari petugas sensus dan responden, seluruh petugas sensus akan mengenakan masker, face shield, sarung tangan, dan hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing.

Petugas juga akan selalu membawa surat tugas dari BPS Kabupaten/Kota setempat.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu cemas dan dapat menerima kedatangan petugas sensus dengan baik,” tutur Yomin Tofri.

Lebih lanjut, Kepala BPS Kalteng mengemukakan bahwa Pelaksanaan SP2020 Online di Provinsi Kalimantan Tengah telah berhasil mengumpulkan informasi dari 266.891 jiwa penduduk atau sebesar 9,94 persen dari total penduduk Kalimantan Tengah.

Jumlah penduduk ini berasal dari 70.309 keluarga atau 8,69 persen dari total keluarga di Kalimantan Tengah.

Capaian tersebut tentunya merupakan hasil kerja bersama.

Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi penghargaan atas dukungan seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Tengah, serta koordinasi dan konsolidasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah,” terang Yomin Tofri.

Pada kegiatan tersebut, diserahkan pula Piagam Penghargaan dari BPS RI dan BPS Kalteng kepada Pemprov Kalteng atas partisipasinya menyukseskan Sensus Penduduk Online 2020, yang diterima secara simbolis oleh Wagub Kalteng Habib Ismail Bin Yahya.

Kegiatan rapat tindak lanjut Kickoff SP2020 itu sendiri turut diikuti melalui konferensi video oleh sejumlah Bupati/Wali Kota se-Kalteng, diantaranya Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, Bupati Barito Timur Ampera A.Y. Mebas, dan Bupati Seruyan Yulhaidir.(yld/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya