Akhirnya, Kalsel Miliki Fasilitas Penyembuh Covid-19

Saat ini fasilitas tersebut sudah lengkap dan bisa digunakan untuk bisa membantu menyembuhkan pasien Covid-19

BANJARMASIN, KP – Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin memiliki faslitas untuk pengolahan plasma konvalesen sebagai upaya alternatif penyembuh bagi pasien Covid-19.

Plt Direktur Utama (Dirut) RSUD Ulin Banjarmasin, dr Izaac Zoelkarnain Akbar mengatakan, unit fasilitas pembuatan plasma konvalesen tersebut merupakan permintaan Gugus Tugas Provinsi Kalimantan Selatan sebagai upaya meredam tingginya angka kematian pasien Covid-19 di Bumi Antasari ini beberapa bulan yang lalu.

Menurutnya, saat ini fasilitas tersebut sudah lengkap dan bisa digunakan untuk bisa membantu menyembuhkan pasien Covid-19. Bahkan seminggu yang lalu, pihaknya telah mengirim beberapa tenaga kesehatan yang ditugaskan dalam pelatihan agar bisa mengoperasikan mesin pemberian BPBD Provinsi Kalsel itu.

“Hasilnya dua hari yang lalu kita melalui UTDRS sudah berhasil memproduksi plasma konvalesen, hari ini bertambah satu orang yang mendonorkan darahnya untuk dijadikan plasma,” ungkapnya pada awak media usai menghadiri peresmian fasilitas UTDRS di lobby gedung Ulin Tower, Banjarmasin, Selasa (8/9/2020) siang.

Mantan Dirut RSUD Ansari Saleh Banjarmasin itu mengajak kepada seluruh pasien Covid-19 yang sudah sembuh agar bisa mendonorkan darahnya untuk dijadikan plasma sebagai alternatif upaya penyembuhan pasien Covid-19 kritis.

“Karena tujuan kita tidak lain adalah untuk kemanusiaan, jadi bagi pendonor yang memenuhi syarat akan kita ambil sebaga plasma. Biasanya dari 10 sampai 20 pendonor, hanya 10 persen saja yang lolos dan memenuhi syarat,” jelasnya.

Syarat yang dimaksud oleh pria yang akrab disapa dr Izaac itu, pendonor harus mempunyai antibodi yang tinggi dan sudah bisa melawan Covid-19. “Nantinya akan dimasukkan secara pasif melalui tranfusi kepada pasien Covid-19 yang parah, sehingga bisa mebanyu dalam menyembuhka pasien,” tambahnya.

Berita Lainnya

Dibalik Kabar Baik Ada Ancaman

1 dari 1.434
Loading...

Ia memaparkan, proses pengambilan dari pendonor sampai jadi plasma memakan waktu hingga 45 menit, kemudian setelah melalui berbagai macam proses alat hingga menghasilkan satu plasma konvalsen.

“Setelah itu, proses selanjutnya dibekukan di kotak pendingin dengan suhu -34°C untuk bisa bertahan selama tiga bulan,” ujarnya.

Sebelum memiliki fasilitas tersebut, RSUD Ulin selalu mengambil plasma konvalesen ke Rumah Sait Gatot Subroto Jakarta untuk bisa menyembuhkan pasien Covid-19 di Kalsel.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor yang saat itu hadir dan meresmikan langsung UTDRS milik RSUD Ulin tersebut mengaku sangat bersyukur, bahwa Kalsel telah memiliki fasilitas untuk menghasilkan plasma konvalesen sebagai salah satu upaya penyembuhan pasien Covid-19 yang parah.

“Kita terus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik untuk warga Kalsel, termasuk dalam penangaan pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Upaya yang dimaksud itu termasuk dalam oengadaan satu unit alat untuk memproses plasma konvalsen yang berada di RSUD Ulin Banjarmasin.

Menurut orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat itu, Covid-19 bukanlah sebuah aib, sehingga tidak perlu takut untuk berobat ke rumah sakit dan dokter. Apalagi sampai dikucilkan di masyarakat.

“Mari kita bantu pasien positif ini dalam meringankan beban yang ditanggungnya,” pungkas Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu. (Zak/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya