Dituntut Jamin Keamanan Ulama, Ini Tanggapan Dewan Kalsel

Banjarmasin, KP – Kabar terjadinya penyerangan terhadap para ulama di Indonesia ternyata juga membuat masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel) merasa resah hingga akhirnya memutuskan menggelar aksi demonstrasi untuk meluapkan aspirasinya.

Puluhan orang yang tergabung dalam beberapa organisasi masyarakat (ormas) ini menyuarakan orasinya tepat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, Jumat (18/09) pagi.

Mereka menuntut wakil rakyat yang berada dalam ‘Rumah Banjar’ itu untuk keluar untuk menghadapi dan menerima tuntutan tersebut.

Hingga akhirnya perwakilan anggota DPRD Kalsel dari Komisi IV, A Hasib Salim dan anggota Komisi II DPRD Kalsel, Habib Musa Assegaf bersedia keluar dan menghadapi tuntutan massa.

Berita Lainnya
1 dari 1.030

Hasib Salim, mengaku siap menerima dan menampung seluruh tuntutan yang disuarakan massa pendemo. Meski sebenarnya persoalan tersebut merupakan kewenangan Komisi I DPRD Kalsel, ia tetap bersedia menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan dan anggota yang ada dalam komisi tersebut.

“Kebetulan hari ini anggota Komisi I sedang menjalani kunjungan kerja ke luar daerah, kami disini menerikan aspirasi dari massa pendemo,” jelasnya.

Ia menerangkan, pihaknya akan membicarakan tuntutan massa yang meminta adanya mediasi antara Komisi yang menangani permasalahan tersebut, Polda Kalsel dengan para masyarakat yabg rencananya akan dilakukan pada hari Senin 21 September 2020 mendatang.

Kendati demikian, ia menekankan kepada masyarakat khususnya yang berada di Bumi Lambung Mangkurat ini agar tidak gampang termakan isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Kita akan secara maksimal membicarakan ini bersama lembaga yang terkait. Pasalnya bagi sayabpribadi masalah ini juga membuat nurani kita sebagaibummat muslim terluka, namun tentunya harus dihadapi dengan kepala dingin dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada bidang hukum untuk dibicarakan dengan Polda Kalsel agar tidak lagi membuat masyarakat resah.

“Semoga ulama dan para habaib di Kalsel selalu dalam perlindungan Allah,” tutunya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya