Komitmen Anti Politik Uang, Dua Saksi Pelapor Dugaan Pelanggaran Pemilu Didatangkan

Banjarmasin, KP – Calon Gubernur (Cagub) Kalimantan Selatan (Kalsel), Haji Denny Indrayana tiba di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel pada pukul 11.45 WITA dengan menggunakan bus operasional milik tim pemenangannya, Jumat (2/10) siang.

Kedatangan cagub dengan jargon ‘Hijran Gasan Banua’ ini adalah untuk menyampaikan komitmen dirinya sebagai kontestan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalsel 2020 yang harus bersih dari praktek politik uang atau money politik.

“Saya hadir di Bawaslu Kalsel ini untuk menegaskan maklumat anti politik uang.

Ini semua demi mewujudkan keinginan masyarakat indonesia khususnya warga banua yang peduli dengan pemilu yang bersih jujur dan adil,” ucap Denny dihadapan awak media.

Menurutnya, praktek politik uang sudah bukan rahasia lagi.

Hal tersebut sudah melumpuhkan bahkan membunuh demokrasi bangsa Indonesia. “Praktek seperti ini sudah mengubah daulat rakyat menjadi uang.

Karena itu semua elemen bangsa harus secara tegas terang benderang menyatakan perang jihad melawan praktek politik uang,” sambungnya.

Berita Lainnya
1 dari 175

Ia menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan bersama Haji Difriadi Drajat beberapa waktu lalu, pihaknya telah memiliki komitmen untuk melakukan ikhtiar berupa penerapan anti poliik uang ke seluruh khalayak umum.

“Tidak hanya di Kalsel saja, tapi juga kami mengajak seluruh warga Indonesia untuk menyelamatkan demokrasi kita, khusus di Kalsel untuk banua kita,” ujarnya.

Selain itu, kedatangan Denny ke Bawaslu saat ini juga sebagai bentuk dukungan, sokongan dan dorongan kepada lembaga pengawasan proses pesta demokrasi ini untuk bergerak secara lebih efektif dan preventif agar bisa mengambil langkah-langkah tegas.

“Termasuk mengantisipasi potensi pelanggaran yang sudah mulai muncul tanda-tandanya,” pungkasnya.

Selain berkonsultasi dengan pihak Bawaslu, kehadiran Denny di Kantor Bawaslu ditengarai berhubungan juga dengan laporan dugaan pelanggaran pemilu.

Sebelumnya, laporan pelanggaran tersebut telah diterima pihak Bawaslu pada Kamis (1/10/20) yang kemudian ditindaklanjuti pada hari ini Jumat (2/10/20), lanjutan dari pelaporan tersebut adalah pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang didatangkan oleh pelapor.

Menurut pantauan Kalimantan Post di Kantor Bawaslu, sekitar pukul 09.00 WITA, dua orang saksi yang dibawa pelapor sudah memasuki kantor Bawaslu Provinsi Kalsel untuk diperiksa lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah awak media masih menunggu di halaman Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel untuk meminta keterangan baik itu dari pihak Bawaslu, pelapor dan kedua orang saksi tersebut. (zak/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya