Pedagang Asongan Raup Jutaan Rupiah Saat Demo

Banjarmasin, KP – Siapa yang menyangka dari usaha menjual minuman kemasan, seorang pedagang asongan bisa meraup keuntungan lebih dalam aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang nibus Law yang digelar berjilid-jilid di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satunya adalah Asadi, warga Kelurahan Pasar Lama itu mengaku dalam sehari ia mampu membawa uang minimal Rp 1 juta setiap mengasong dalam aksi demonstrasi, baik dari kalangan buruh maupun mahasiswa.

Bahkan pada saat demonsrasi pertama penolakan Omnibus Law yang diikuti oleh 2 ribu mahasiswa yang lalu, ia berhasil membawa pundi-pundi rupiah yang ia hasilkan dari mengasong minuman kemasan sebesar Rp 2 juta dalam satu hari.

“Demo mahasiswa yang pertama kemarin alhamdulillah saya bisa bawa pulang uang Rp 2 Juta lebih,” ucapnya pada Kalimantan Post, Kamis (22/10) siang.

Ia merasa banyaknya massa yang berkumpul di satu tempat membuat nalurinya sebagai pedagang langsung termotivasi untuk mengasongkan dagangannya.

Asadi mengaku mendapat info akan adanya aksi demonstrasi ini dari sosial media. Lantas peluang meraup untung itu pun tidak disia-siakan oleh Ashadi.

Tanpa pikir panjang, ia membawa dagangannya menuju lokasi menjajakan minuman dingin dan air mineral kemasan seharga 5000 per botolnya.

Berita Lainnya

Di masa Pandemi, Orderan Kain Sasirangan Menurun

H Hermansyah Buka Pertemuan BPK dan Satgas

1 dari 2.302

Ketika ditemui, pria yang mempunyai profesi sambilan sebagai teknisi pemasangan CCTV itu terlihat sibuk melayani para pembeli yang tak lain adalah para pendemo. Meskipun baru buka pada siang hari, dia mengaku sudah mendapatkan untung lumayan.

“Saya sehari-hari bekerja freelance memasang CCTV. Cuma kalau lagi ada demo begini, saya bawa dagangan ke sini. Hasilnya, lumayan lah buat nambahin kebutuhan dapur,” tuturnya.

Dia mengakui jika Demo sebelum sebelumnya dagangannya sepi pembeli. Omzet yang didapat hanya sekitar Rp 200.000 per harinya.

“Tapi, kalau lagi ada demo yang massanya banyak bisa sampai Rp 500.000 sampai Rp 2 juta dapatnya,” ujar ayah dua anak tersebut

Tidak hanya asadi, pedagang lainnya pun juga ikut kecipratan rezeki nomplok dari aksi yang mengumpulkan massa yang banyak itu.

Seperti Marni, wanita yang menjajakan camilan berupa kacang rebus itu mengaku rela berdagang di tengah demonstran. Ia pun mengatakan bisa meraup untung dua kali lipat saat ada aksi demonstrasi.

Marni sendiri menjual opak dengan harga 2000 jagung rebus 3.000 dan kacang rebus per 5000.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas rezeki beberapa hari ini, semoga saja apa yang diperjuangkan para demonstran bisa mendapat hasil yang sesuai dengan perjuangannya,” ungkapnya singkat. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya