BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Bank Syariah Nasional (BSN) Banjarmasin menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 bertajuk ‘Memperkuat Industri Properti, Menambah Peluang Baru’, yang digelar di Hotel Best Western Banjarmasin, Rabu (15/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional.
“Alhamdulillah, kegiatan Developer Gathering ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kami kepada mitra yang telah bekerja sama dalam menyukseskan program pemerintah tiga juta rumah melalui penyaluran realisasi KPR subsidi,” ungkap Branch Manager BSN KC Banjarmasin, Sultan Agung, disela Developer Gathering.
Dalam ajang silaturahmi tersebut, BSN KC Banjarmasin juga memberikan apresiasi dalam berbagai kategori kepada para developer yang selama ini menjalin kerja sama.
Sejumlah penghargaan yang diberikan di antaranya: kategori Honorable Mention (REI, APERSI, APERNAS, HIMPERA, PI). Kategori Subsidized Mortgage Ambassador 2025 (Misda – PT Bumi Datarlaga) dan (Noor Khalis Fauzi – PT Azzam Bangun Persada). Kategori Duta Persahabatan BSN 2025 (Syahrial HB – PT Reyhan Berkah Mandiri). Kategori The Rissing Star Partner 2025 (PT Azzam Bangun Persada). Kategori The Excellence Financial Partner 2025 (PT Mahantas Property Banua), dan kategori penghargaan lainnya.
“Dari 100 lebih undangan, ada sekitar 25 developer yang mendapatkan penghargaan dari berbagai kategori,” katanya.
Sultan Agung menjelaskan, BSN menempati peringkat kedua setelah BTN dalam penyerapan realisasi KPR subsidi pada tahun 2025, dengan persentase 22 persen atau jumlah realisasi sekitar 2.900 lebih unit rumah.
“BSN fokus pada KPR subsidi, meskipun ada realisasi non-subsidi. Tahun 2025 ini BSN adalah bank nomor dua terbesar di Kalimantan Selatan dalam realisasi KPR subsidi, setelah BTN,” bebernya.
“Dan itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Selain itu, BSN merupakan lima besar realisasi tertinggi KPR Subsidi di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Ia menargetkan realisasi KPR subsidi BSN di Kalsel untuk tahun 2026 adalah 3.400 unit, meskipun ada sejumlah faktor yang memengaruhi. Seperti tantangan terkait penurunan daya beli masyarakat, yang mempengaruhi progres realisasi.
“Tapi kami optimis target tersebut dapat kami wujudkan di akhir tahun nanti,” tegas Sultan.
Selain itu, lanjutnya, tantangan lain adalah belum selesainya rumah yang dibangun develover yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang mempengaruhi progres pembangunannya.
“Kendala utama dalam realisasi adalah rumah yang belum selesai akibat kondisi cuaca, dan kenaikan harga material yang berdampak pada biaya developer,” imbuhnya.
Pada bagian lain Sultan menuturkan, terkait persyaratan KPR tidak ada kendala sedikit pun, nasabah dapat berkonsultasi langsung. BSN memfasilitasi pembiayaan KPR, sementara pemilihan rumah dilakukan oleh calon nasabah sendiri.
“Dan saat ini, realisasi KPR subsidi di Kalimantan Selatan itu menempati peringkat kedelapan terbesar secara nasional,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua APERSI Kalsel, Hj Wahidah Mukhtar menyampaikan terima kasih kepada BSN Banjarmasin atas penghargaan kategori Honorable Mention yang diraih APERSI Kalsel.
“APERSI terus menjadi mitra BSN dan berupaya memenuhi target penyediaan KPR bersubsidi,” tuturnya.
Dirinya juga sangat mendukung program pembiayaan KPR Subsidi dari BSN sekaligus dalam upaya menyukseskan program tiga juta rumah dari Pemerintah.
“Kegiatan Developer Gathering ini sangat penting dalam upaya sinergitas dan kolaborasi antar mitra bisnis BSN sekaligus merekatkan kebersamaan. Seiring target BSN membangun KPR Subsidi sebanyak 3.400 unit rumah, APERSI Kalsel di tahun 2026 ini optimis mampu membangun sekitar 50 persennya,” ujar Hj Wahidah.
Namun, ia tak menyangkal dengan naiknya harga 9 bahan pokok, yang kemudian bisa berimbas terhadap harga bahan-bahan material bangunan, tentunya juga akan berpengaruh terhadap target tersebut.
“Kita tidak mungkin menaikkan harga rumah, ataupun menurunkan kualitas bahan bangunan maupun spek rumah untuk menyiasati hal tersebut. Salah satu solusi untuk menarik minat konsumen, di antaranya pihak developer mungkin bisa memberikan bonus-bonus tambahan sebagai daya tarik,” katanya.
Ia berharap, segala kendala yang dihadapi para developer dapat teratasi, termasuk biaya material yang menaik. “Kita selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam penyediaan KPR bersubsidi,” ucapnya.
Selain itu, perhatian dari pemerintah juga menjadi harapan pihaknya dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, yang dihadapi para pengembang perumahan di Kalsel. (Opq/KPO-1)















