WASHINGTON, Kalimantanpost.com – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan maritim dari dan menuju Iran dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diberlakukan.
Pernyataan itu disampaikan Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper pada Selasa (14/4) setelah AS memulai blokade pada Senin terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
CENTCOM, yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, mengatakan blokade diberlakukan terhadap semua kapal dari negara mana pun yang melintas di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, Cooper mengatakan bahwa pasukan AS “tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran.”
AS melakukan blokade setelah negosiasi langsung AS-Iran di Pakistan akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari.
Sebelumnya pada Selasa (14/4), CENTCOM menyatakan tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade dalam 24 jam pertama, sementara enam kapal dagang mematuhi perintah untuk berbalik dan kembali ke pelabuhan Iran di Teluk Oman.
Mengutip pejabat AS, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Angkatan Laut AS telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran sejak blokade dimulai. (Ant/KPO-3)















