Pemko dan Pemprov Kalsel Tabur Bunga Perjuangan Pangeran Antasari

Banjarmasin, KP – Semangat perjuangan Pangeran Antasari harus menjadi contoh bagi seluruh lapisan masyarakat Bumi Lambung Mangkurat terutama kaum milenial.

Plt Gubernur Kalsel Rudi Resnawan saat peringatan ke-158 wafatnya Pangeran Antasari yang dilaksanakan di Kompleks Pemakamannya.

Selain tabur bunga,kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan tali asih kepada keluarga ahli waris dan para pejuang di Kalsel, yang diserahkan langsung oleh rudy Resnawan.

Kegiatan hari Minggu (11/10) itu juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK, Plt Sekda Provinsi Kalsel Roy, Asisten II Setda Kota Banjarmasin H Gazi Akhmadi, Forkopimda Kalsel, serta para veteran dan camat setempat

Menurut Brigjen TNI Firmansyah, yang saat itu bertugas sebagai pimpinan ziarah, kegiatan tersebut bukan sekedar rutinitas tahunan.

Berita Lainnya
1 dari 1.605

Untuk itu ia berharap, kegiatan tersebut bisa dijadikan momentum untuk mengenang kegigihan Pangeran Antasari melawan penjajah. “Beliau (Pangeran Antasari) mempunyai kepemimpinan yang cerdas, cerdik, alim, patriotisme dan nadionalis dan dicintai masyarakatnya, ujarnya.

Semangat kepahlawanannya, lanjutnya, harus diwujudkan dalam membangun bangsa ini menjadi lebih baik, terutama dalam hal persatuan dan kesatuan dalam mengedepankan kebersamaan. “Intinya semangat haram manyarah waja sampai kaputing harus diaplikasikan dalam mengisi kemerdekaan ini,” katanya.

Untuk diketahui, Pangeran Antasari telah lahir pada 1797 di kota Kayu Tangi, Kalimantan Selatan, termasuk Kesultanan Banjar, dan wafat pada tanggal 11 Oktober 1862 di Bayan Begok, Kabupaten Barito, termasuk Kalimantan Tengah. Dia adalah seorang putra Pangeran Mas’ud bin Pangeran Amir dengan ibunya Khadijah.

Pangeran Antasari termasuk seorang cucu Pangeran Amir, yang terkenal di Dinasti Banjarmasin. Ketika dia muda, Pangeran Antasari bernama Gusti Inu Kertapati. Adik perempuannya telah dikenal sebagai Ratu Sultan Abdul Rahman setelah menikah terhadap Sultan Muda bin Abdurahman.

Setelah menikah dengan seorang Ratu Antasari, ia telah diberkati dengan 8 putri dan 3 putra. Pangeran Antasari juga dikenal sebagai seorang pemimpin dalam beberapa suku, yaitu Murung, Bakumpai, Ngaju, Kutai, Siang dan suku-suku lain di sebuah wilayah pedalaman.

Kemudian, ia telah diakui dengan masyarakat yakni sebagai “Panembahan Amiruddin Khalifatul” yang berarti bahwa pada akhir hidupnya ia adalah pemimpin yang tertinggi dalam sebuah komunitas Muslim di wilayah Banjar. Setelah kematiannya, ia telah digantikan dengan seorang putranya yang bernama Muhammad Seman.(dikutip dari https://guruakuntansi.co.id/sejarah-pangeran-antasari. (Dokpim/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya