Syarif, Tak Takut Memulai Usaha Kuliner di Tengah Pandemi

Banjarmasin, KP – Banyak pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang terdampak dengan wabah Corona. Penyebarannya yang masif menghantam berbagai sektor, terutama perekonomian. Ia juga merontokkan semua bidang usaha, mulai yang besar hingga yang kecil. Ada yang bertahan, ada pula yang gulung tikar alias bangkrut.

Namun, masa pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak produktif. Banyak peluang yang bisa dilirik untuk dijadikan usaha sebagai sumber penghasilan.

KP/Opiq
Peluang Usaha – Masa pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak produktif. Banyak peluang yang bisa dilirik untuk dijadikan usaha sebagai sumber penghasilan. Seperti halnya Syarif Wamen, yang memulai berdagang Bakso Kuah dan Minuman Susu Jelly di depan rumahnya di kawasan jalan Sungai Miai, Banjarmasin Utara.

Hal tersebut diungkapkan Ahmad Syarif, yang tak mau hanya berdiam diri saja di rumah, sementara ada pos-pos pengeluaran yang harus ia alokasikan setiap hari dan bulannya.

“Saya selalu berfikir positif, mudah-mudahan usaha ini bisa membawa rezeki dan berkah bagi kami sekeluarga. Yang penting yakin dan berani mencoba,” ujar Syarif yang memulai berdagang Bakso Kuah dan Minuman Susu Jelly di depan rumahnya di kawasan jalan Sungai Miai, Banjarmasin Utara.

Ia beranggapan, di tengah pandemi ini, ada peluang usaha yang masih bisa dilirik, seperti UMKM di bidang kuliner. Terutama, kudapan yang banyak disukai konsumen, seperti jenis makanan dan minuman kekinian, dengan modal awal yang tak terlalu besar, tapi untungnya cukup lumayan.

Menurutnya, pentol kuah yang disajikan hangat, cocok untuk cuaca yang mulai memasuki musim penghujan. Sementara, es susu jelly, sangat tepat sebagai penghilang dahaga ketika cuaca sedang terik-teriknya di siang hari.

Berita Lainnya
1 dari 513

“Saat ini, cuaca tak menentu, siang hari yang panas, tiba-tiba saja berubah mendung, lalu turun hujan. Nah, menu kami ini
menyajikan kombinasi, ada pentol kuah yang siap hadir di kala cuaca dingin. Sementara, ada es susu jelly yang mengobati haus di saat cuaca lagi panas,” tutur Syarif kepada Kalimantan Post, Kamis (22/10/2020).

Untuk pentol kuah, Syarif memadukan bahan baku dari daging sapi dan daging ayam, dengan kuah yang sudah diberi bumbu dan rempah serta sayuran segar.

“Pentol atau bakso kuah ini makanan semua usia. anak-anak dan orang tua pasti suka pentol. Paling sedikit, orang biasa makan pentol ini antara 2 sampai sampai 5 biji, bahkan lebih. Jika dikalikan harga Rp 2.000 per biji, tentu lumayan lah,” ucap pria yang kerap disapa Syarif Wamen ini.

Sementara, es susu jelly merupakan racikan sendiri, dengan beberapa varian rasa, seperti Capuccinno, Leci, Anggur, Melon dan Mangga. Syarif juga berani menjamin, rasanya es susu jelly buatannya akan memberi sensasi yang menyegarkan.

“Rasa susunya pas di lidah, manisnya dengan gula asli, tidak menggunakan sari manis, serta tanpa bahan pengawet, jadi aman untuk kesehatan,” terangnya.

Musim Covid-19, lanjut Syarif, pihaknya memberikan harga ekonomis yang sangat terjangkau semua kalangan. “Untuk 1 gelas es susu jelly ukuran kecil dijual Rp 3.000, kalo yang gelas besar Rp 5.000. Sementara, setiap hari Jumat, kita ada promo khusus, yakni Beli 2 Gratis 1,” imbuhnya (opq/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya