Angkutan Penumpang dan Logisitik Kapal Laut Masih Sepi

Untuk angkutan kendaraan bermotor, beberapa waktu yang lalu sempat menunjukkan jumlah kenaikan. Namun, dalam minggu-minggu ini kembali berkurang,” sebut Anton.

BANJARMASIN, KP – Sejak pemerintah memperbolehkan moda transportasi laut melayani penumpang lagi, jumlah orang yang berpergian menggunakan kapal laut tak juga menunjukkan penambahan angka.

Hal tersebut diungkapkan, Anton Wahyudi, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin. Menurutnya, jumlah penumpang jauh tak seramai sebelum pandemi Covid-19.

Dari kapasitas 900an penumpang, hanya terisi puluhan orang saja.

Jumlah yang berangkat, kurang lebih sama dengan penumpang yang datang.

“Hingga saat ini tak ada pergerakan, jumlah penumpang tak pernah lebih dari 50 orang di setiap keberangkatan. Biasanya, bulan-bulan seperti ini sudah mulai ramai,” ujar Anton saat dihubungi, Rabu (11/11).

PT DLU sendiri memiliki dua armada yang beroperasi melayani perjalanan laut, yakni KM Dharma Kartika IX dan KM Kirana IX. Kapal ini membawa penumpang dari Banjarmasin-Surabaya, maupun sebaliknya.

Tak hanya membawa penumpang orang, kapal laut ini juga mengangkut logistik dan kendaraan bermotor.

“Untuk angkutan kendaraan bermotor, beberapa waktu yang lalu sempat menunjukkan jumlah kenaikan. Namun, dalam minggu-minggu ini kembali berkurang,” sebut Anton.

Ia memperkirakan, resesi ekonomi menjadi penyebabnya. Selain itu, proyek-proyek pemerintah banyak belum berjalan seperti sedia kala, sehingga berpengaruh pada angkutan logisitik dan kendaraan bermotor.

Berita Lainnya
1 dari 526

“Padahal, pada tahun-tahun yang lalu sebelum pandemi Covid-19, bulan seperti ini sudah mulai ramai angkutan, baik penumpang, logisitik maupaun kendaraan bermotor,” terangnya.

Saat ini, katakannya lagi, angkutan logisitik seperti barang konveksi, jenis komoditas sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya cukup normal. “Hanya angkutan logistik untuk kebutuhan proyek-proyek yang jauh berkurang,” cetus Anton.

Ia berharap, wabah virus Corona ini akan segera berakhir dan semua kembali berjalan normal kembali.

“Tentu kita berharap keadaan cepat pulih, kawasan yang masuk zona merah jadi hijau lagi dan perekonomian semakin membaik,” ucapnya.

Di sisi lain, Anton mengatakan, sebagai penyedia jasa pihaknya juga mengutamakan penerapan protokol kesehatan yang ketat kepada calon penumpang, begitu juga kondisi di dalam kapal yang harus selalu dilakukan sterilisasi.

“Protokol kesehatan tetap kami utamakan. Calon penumpang harus dalam keadaan sehat. Kami tak akan menjual tiket kepada penumpang yang tak membawa surat keterangan sehat atau hasil rapid tes yang reaktif. Semua demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tandasnya.

Pihaknya melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada semua calon penumpang yang ingin berangkat. Termasuk menyemprotkan cairan disinfektan sebelum semuanya masuk ke kapal.

“Begitu pula sebaliknya, kami pastikan semua yang keluar kapal setelah sandar di pelabuhan, harus disterilkan dengan disinfektan. Baik penumpang maupun logistik dan kendaraan,” tegas Anton.

Salah seorang penumpang KM Dharma Kartika IX tujuan Surabaya-Banjarmasin, Fahrul mengatakan, dirinya lebih memilih transportasi kapal laut karena alasan biaya yang lebih ekonomis.

“Naik kapal laut lebih murah dari pada menggunakan pesawat. Apalagi disaat susah mencari uang seperti ini. Kemarin beli tiket kapal Rp 320 Ribu. Kalau naik pesawat bisa jutaan harga tiketnya,” imbuhnya. (opq/k-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya