Dalam Sepekan, Harga Telur Terus Merangkak

Hampir setiap hari harga telur ayam ras naik. Minggu kemarin harga per kilogram masih Rp 22.000, tapi hari ini saya jual eceran harganya Rp 26.000 per kilogram. Ada kenaikan Rp 3.000 dalam sepekan ini,” ujar Asni

BANJARMASIN, KP – Hampir setiap kali menjelang pergantian tahun, atau ada perayaan hari hari besar, harga kebutuhan bahan-bahan pokok dipastikan mengalami kenaikan harga.

Seperti kali ini, memasuki pertengahan bulan Nopember 2020, harga telur di sejumlah pasar tradisional mulai naik dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga penghujung tahun. Tingginya perminat terbatasnya pasokan telur dari peternak membuat harga telur melejit tinggi.

Seperti diungkapkan Asni, salah seorang pedagang sembako di jalan Sultan Adam, Banjarmasin, dalam sepekan ini harga semua jenis telur mengalami kenaikan, terutama telur ayam ras.

“Hampir setiap hari harga telur ayam ras naik. Minggu kemarin harga per kilogram masih Rp 22.000, tapi hari ini saya jual eceran harganya Rp 26.000 per kilogram. Ada kenaikan Rp 3.000 dalam sepekan ini,” ujar Asni kepada Kalimantan Post, Minggu (15/11).

Menurutnya, sudah biasa seperti ini, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru harga telur ayam ras pasti naik.

“Harga ambilannya sudah tinggi, jadi kita menjual mau tidak mau harus mengikuti harga dari pemasok,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 527

Hal yang sama dikatakan Burhan, pedagang telur di Pasar Lama, Banjarmasin, saat ini harga telur ayam ras naik cukup signifikan. “Pengiriman telur dari Pulau Jawa lambat masuknya. Sudah beberapa pekan ini kami kesulitan mendapatkan pasokan telur ayam ras. Kalau pun dapat itu hanya dari peternak lokal, yang jumlahnya sangat terbatas,” jelas Burhan.

Menurutnya, dari sisi permintaan pasar masih normal saja, tidak begitu besar, namun karena stoknya terbatas membuat harganya mengalami kenaikan.

“Dalam sepekan ada 3 kali telur ayam ras yang masuk ke tempat kami. Mestinya, hari ini sudah masuk, tapi ini belum ada. Informasinya sih, jika masuk ini harganya sudah Rp 25.000 per kilogram,” sebutnya, sambil membersihkan rak-rak telur yang tampak kosong.

Dalam sehari, Burhan mampu menjual telur ayam ras hingga 60 rak. Untuk 1 rak berisi 30 butir telur. Berarti, sekitar 1.800 butir telur terjual dalam 1 hari.

Pembeli tak hanya dari pelanggannya saja, namun juga konsumen umum yang kerap berbelanja di Pasar Lama.

Sementara, dari pantuan di sejumlah pedagang, untuk telur itik harganya bervariasi, telur itik Jawa ukuran kecil Rp 2.200 per butir, yang besar seharga Rp 2.500. Untuk telur itik tambak Banjar atau Aluh-Aluh harganya lebih mahal, mulai Rp 2.400 – Rp 2.600 sesuai ukuran.

Sedangkan telur ayam kampung juga mengalami kenaikan harga, menjadi Rp 2.200 perbutir dari harga sebelumnya Rp 1.800, serta telur puyuh dari Rp 300 menjadi Rp 400 perbutir.

Sementara itu, menurut data laporan harian dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga komoditas telur ayam ras segar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan secara umum, Minggu (13/11/2020) Rp 25.000 per kilogram. (opq/k-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya