Angka Kejahatan di Kabupaten Banjar Meningkat

Martapura, KP – Tindak kriminalitas sepanjang 2020 mengalami peningkatan di banding 2019 lalu. Kondisi obyektif tersebut terungkap saat digelarnya konferensi pers akhir tahun 2020 oleh Polres Banjar dengan menghadirkan sembilan tersangka beserta barang bukti kejahatan, di Aula Tribrata Polres, Senin (28/12/2020) siang.

Kejahatan konvensional paling menonjol di 2020, di antaranya pencurian dengan pemberatan 91 kasus, curanmor 17 perkara, lalu 12 kasus penipuan dan penggelapan, penganiayaan berat ada 9, pembunuhan 5, sajam 35, penemuan mayat 8, pemerkosaan 1, perzinahan 1, pembakaran 2, 1 kasus percobaan pembakaran dan 1 kasus pemilu.

”Total 2020 ini sebanyak 377 kasus dan sudah tertangani sebanyak 338 atau 89,66 persen. Sementara 2019 lalu, 218 kasus dan sudah tertangani 186 kasus atau 85,32 persen,” ungkap Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo.

Menurutnya, meningkatnya jumlah aksi kejahatan pada 2020 ini, banyak disebabkan dampak pandemi Covid-19. Saat ini adalah tahun yang sulit, banyak PHK, mereka kehilangan pekerjaan dan gaji yang merupakan sumber penghidupan.

”Sehingga banyak yang mengambil jalan pintas untuk mencuri, menjambret dan tindak kejahatan lainnya,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, apapun alasannya, mereka tetap ditangkap, karena perbuatannya merugikan orang lain, penegakkan hukum terus dijalankan.

Berita Lainnya

Pembagian Nasi Bungkus Polsekta Banjarmasin Barat

Duda Ditemukan Tewas Membengkak

1 dari 1.497

Koko juga mengakui, dari sekian banyak kasus tersebut, masih ada yang belum terselesaikan pihaknya, namun akan diungkap di tahun berikutnya.

Selain membeberkan data kejahatan dari Satreskrim, Koko juga memaparkan angka kejahatan narkoba serta laka lantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Banjar.

Untuk kasus narkoba, paling menonjol adalah jenis shabu yang berhasil diungkap seberat 202,05 gram, di Kecamatan Simpang Empat. Kemudian di kawasan Gambut shabu seberat 118 gram serta kawasan Martapura berupa ganja 241 gram.

”Sementara angka laka lantas, 2020 ini dilaporkan sebanyak 47 orang meninggal dunia, jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibanding 2019 kemarin dengan jumlah 61 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Kapolres Koko juga mengingatkan agar pengendara kendaraan bermotor supaya berhati-hati, mengingat musim hujan ini jalan kian licin. Untuk malam tahun baru, sebaiknya tidak usah dirayakan.

”Hindari kerumunan, apalagi melakukan konvoi, main kembang api, sebab angka penderita Covid-19 kembali naik,” pesannya. (Wan)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya