Kepala BNNP Kalsel Berharap Sokongan Anggaran dari Pemprov, Rehab Pencandu

Banjarmasin, KP – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimatan Selatan (Kalsel), Brigjen Drs Pol Jackson Lapalonga M,SI, “tantang” wartawan, usai press release akhir tahun, Selasa (22/12).

Itu tak lain berani atau tidaknya untuk dilakukan test urine.
“Siapa takut, kami bersedia untuk di test urine,” ucap sejumlah wartawan serentak ketika itu.

Akhirnya, satu persatu, para wartawan dilakukan test urine dan proses ditangani pihak BNNP Kalsel.

Hasilnya bisa dilihat langsung apakah konsumsi narkoba atau jenis lainnya.
“Sesuai laporan disampaikan, ya semua hasilnya negatif.

Saya salut dan ini hendaknya bisa pula kesediaaan komunitas atau pihak lain,” tambah Brigjen Pol Jackson Lapalonga, ketika itu didampingi dr Hj Sandra Murthy, Iskandar Adam SKM MM, dan Kompol Yanto Suparwito.
Disebut, itu salah satu bagaimana pihaknya untuk mendeteksi apakah ada kecanduan dan lainnya.

Kemudian sisi lain soal Brigjen Pol Jackson Lapalonga juga sebut kalau selama ini kegiatan terkendala dana, terlebih soal rebabilitasi terhadap pecandu narkoba.

“Kita berharap adanya sokongan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Karena yang kita rehab adalah generasi di daerah juga dan sesuai peraturan Kemenkes saat ini ada kewajiban membayar,” bebernya.

Di sinilah kata Kepala BNNP Kalsel hambatan pihaknya, jika ada melapor atas kecanduan atau rujukan untuk rawat ke pusat rehab di Bogor.

“Saya sudah pernah pula bertemu dengan Direktur RS Sambang Lihum, bicarakan soal perawatan maupun anggaran serta lainnya,” tambah Jackson Lapalonga.

Dari semua, pihaknya mengimbau masyarakat Kalsel senantiasa sadar hidup sehat dan menghindari penyalahgunaan narkoba.

Berita Lainnya

Guru Khalil Tutup Usia, Warga Banjar Berduka

Sah! Banjarmasin Terapkan PPKM Level IV

1 dari 1.257

BNNP Kalsel sendiri mempunyai tugas pokok sebagai pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi agar masyarakat tak terlibat narkoba.
Tentang rehabilitasi merupakan upaya sembuhkan pengguna agar tak gunakan narkoba.

Dimana untuk kegiatan pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan /pecandu pada lembaga rehabilitasi instansi pemerintah (LRIP) berjumlah 366, pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan /pencandu rawat inap (rujukan) berjumlah 45, pelayanan rehabilitasi oleh komponen masyarakat berjumlah 134.

Untuk pelayanan rehabilitasi oleh TAT sebanyak 26 dan pelayanan rehabilitasi (BNNP Kalsel dan BNNK Banjarbaru 58 buah.

“Kemudian dilihat saat ini, penyalahgunaan narkoba meningkat tiap tahun.
Meski pemberantasan Polri dan BNN sudah luar biasa bahkan barang bukti diamankan cukup banyak hingga diberikan hukuman berat,” ucapnya.

Namun tetap tidak menghentikan upaya penyeludupan narkoba ke Indonesia.

Dan untuk memutus rantai pihaknya tak cukup mengandalkan tindak pemberantasan tapi lebih penting lagi kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba.

“Buktikan, kalau masyarakat makin sadar, tidak memakai narkoba maka pasar narkoba menurun sehingga dapat memutus mata rantai permintaannya,” papar Jackson.

Di sini pula, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk putuskan mata rantai narkoba melalui sosialisasi, kampanye bersama-sama pihak terkait.

Dengan sosialisasi dengan melibatkan pihak terkait untuk bisa sama-sama melakukan pencegahan maka diharapkan pasar semakin kecil dan hilang.
Ia sebut pada 2020 sesuai data kegiatan, BNNP Kalsel sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba sebanyak 17.814, advokasi kebijakan P4GN (instansi) 173, kader/ pengiat relawan 321 orang dan penggiat 560 orang.
Tes urine sekolah , perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah/BUMN berjumlah 6.712 dan sinergitas sekolah, perguruan tinggi, swasta, dan pemerintahan sejumlah 785

Lainnya, kegiatan pemberantasan yang dilakukan dari target 20 kasus, tercapai 54 dengan 97 kasus.

Untuk barang bukti ganja atau tembakau gorilla 11,5 gram, shabu 3,209,10 gram atau 3,2 kilogram , ekstasi 34 butir dan uang Rp173 juta. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya