Klester Pilkada ‘Hoax’

Banjarmasin, KP – Paska Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Banjarmasin.

Bahkan, dua kelurahan di Banjarmasin kembali masuk zona merah, yakni Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat.

Namun asumsi penyebaran Virus Corona Covid 19 dari Klester Pilkada itu dibantah Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, menurutnya Klester Pilkada adalah ‘hoax’

“Saya pastikan bahwa penularan yang terjadi bukan karena interaksi di TPS. Sekali lagi saya tegaskan, bukan karena interaksi dan penularan dari TPS yang ada pada saat Pilkada,” tegas Ibnu Sina, Kamis (17/12) sore.

Penegasan yang disampaikan oleh Ibnu Sina berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dalam dapat evaluasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin pada Rabu (16/12) kemarin

Berita Lainnya
1 dari 2.920

“Kadinkes menjelaskan bahwa belum tentu itu klaster Pilkada,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan pandemi Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, bahwa pigaknya belum bisa memastikan apakah penambahan zona merah tersebut adalah dampak dari terselenggaranya Pemilu atau bukan.

“Yang jelas kenaikan yang terjadi bukan karena Pemilu tetapi memang penularan dari klaster keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa penyebab terjadinya peningkatan kasus positif di dua wilayah tersebut. Antara lain lemahnya penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat, salah satunya tidak menggunakan masker yang standar.

“Masyarakat jangan menggunakan masker scuba. Itu sama saja tidak pakai masker,” pungkasnya. (zak/k-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya