Pemkab Balangan Gelar Rakor Aturan Teknis Pembelajaran Tatap Muka

Paringin, KP – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) teknis persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021, di Aula Benteng Tundakan kantor Setdakab, Selasa (29/12) kemarin.

Hadir dalam kegiatan itu selain Bupati Balangan, H Ansharuddin juga hadir unsur Forkopimda serta sejumlah kepala OPD terkait.

Bupati Balangan H Ansharuddin mengatakan, pembukaan sekolah awal Januari mendatang harus diatur segala sesuatunya dengan matang, dengan memfokuskan pada penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan sekolah.

Berdasarkan dengan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri maka sekolah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan catatan harus mendapat persetujuan dari satuan tugas kabupaten.

“Alhamdulillah kita sepakat untuk melaksanakan tatap muka ini dengan melakukan uji coba sekolah per kecamatan,” ungkap dia.

Berita Lainnya
1 dari 529

Terlebih lagi sebelum memberikan izin, Ansharuddin mengingatkan agar pemerintah daerah wajib memverifikasi usulan satuan pendidikan terkait kesiapan daftar periksa pemenuhan sarana prasarana protokol kesehatan seperti sanitasi yang layak, sarana cuci tangan, tersedianya masker, disinfektan, hand sanitizer, dan thermogun serta mendata satuan didik yang mengidap penyakit penyerta.

“Terpenting untuk sekolah yang menjadi sampel tersebut harus sesuai dengan prokes yang sudah ditetapkan, dan sebelum memberikan pelajaran nantinya para guru juga akan di swab terlebih dahulu,” kata dia.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Balangan, Abdul Basyid mengatakan, pihaknya sudah memiliki konsep untuk PTM yang akan dilaksanakan nanti, dan konsep tersebut ternyata sejalan dengan apa yang sudah disampaikan oleh beberapa pihak.

Basyid menambahkan untuk langkah-langkah usulan dimulai dari semua sekolah. Setelah usulan masuk maka akan diverifikasi dan validasi, serta dicek ke lapangan, kemudian akan dirapatkan sesuai dengan rekomendasi bahwa akan dilaksanakan secara bertahap.

“Jadi tahapannya setiap kecamatan ada satu SD, satu SMP, dan satu SMK, dan di sana kita akan persiapkan simulasi dan sosialisasi sekaligus pendampingan,” ujar dia.

Setelah hasil rekomendasi dikeluarkan, lanjut dia, maka dilanjutkan dengan simulasi atau uji coba untuk melihat bagaimana hasilnya sebagai cermin sejauh mana kesiapan untuk pelaksanaan yang sesungguhnya. (rel/K-6)
 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya