PODSI kritik syarat untuk Dukungan calon ketua KONI

Banjarmasin, KP – Syarat melampirkan dukungan dari KONI Kab/kota sebanyak 3 suara dan dari Pengprov 10 suara dalam tahapan bakal calon ketua KONI Kalsel 2021-2025 mendapat kritikan dari cabang Olahraga. Salah satunya datang dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel.

Menurut Sekretaris PODSi Kalsel, Donny Wirawan Achdiyat tidak ada aturan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, yang mengatur bahwa harus mendapat 10 dukungan Pengprov cabang olahraga.

“Bebaskan saja siapa yang mau maju pasti nanti tersaring yang baik dan cabor pasti tahu,” kata pelatih PON dayung Kalsel ini.

Donny mencontohkan saat pemilihan Ketua KONI beberapa periode lalu, dimana tidak ada batasan saat tiga calon maju yakni H Sulaiman HB, H Muhidin dan Kasim Abdurrahman.

“Akhirnya terpilih yang bagus karena tidak ada batasan. Bersaing aja dan yang maju tahu saja kapasitasnya, cabor menilai juga yang terbaik yang mana. Ini sama saja pengkerdilan dalam berdemokrasi. Olahraga bukan politik. Jika dibatasi tidak sesuai dengan azas olahraga sportifitas,” jelas Donny.

Cabor juga diingatkan agar jangan tergiur dengan iming iming uang, sebab nanti yang menderitanya juga pelatih dan atlet selama empat tahun ke depan.

PODSI Kalsel lanjut Donny hanya akan mendukung figur yang dalam menjadi ketua nanti tidak terlalu mengandalkan APBD saja.

“Ketua KONI Kalsel harus berkreasi harus mencari dana lain ataupun dana pribadi,” kata dia yang masih merahasiakan nama figur calon ketua.

Berita Lainnya
1 dari 431

Untuk diketahui masa kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel periode 2017-2021 akan berakhir satu tahun lagi.

Namun untuk mencari figur ketua dan kepengurusan yang baru, KONI Kalsel telah memulai melakukan tahapan salah satunya membentuk tim penjaringan.

Ada sejumlah nama yang terpilih masuk dalam tim penjaringan pemilihan Ketua KONI periode 2021-2025 saat Rapat Anggota KONI Kalsel 2020 di Hotel Gsign Banjarmasin.

Sebagai ketua tim ditunjuk tokoh olahraga yang juga sekaligus mantan Sekretaris KONI Kalsel dan dosen JPOK ULM Banjarbaru, Dr.Drs. H.Sarmidi M.Kes AIFO. Sementara Sekretaris dipercaya pada Sekretaris KONI Kalsel Enly Hadiyanor.

Dalam tim penjaringan ditunjuk tiga perwakilan cabang olahraga yakni H.Noor Fathulliansyah, SE.,MM Drs. Baktiansyah dan Anisa Farida.

Sarmidi menambahkan walau tahapan dan jadwal pemilihan ketua masih belum ditentukan namun sudah ada beberapa tahapan bagi bakal calon ketua.

Diantaranya kata Dosen JPOK ULM ini adalah adanya pengumuman dari Tim Penjaringan. Lalu pengisian blangko oleh calon. Selanjutnya calon yang akan maju melampirkan dukungan dari KONI Kab/kota sebanyak 3 suara dan dari Pengprov 10 suara.

“Kemudian berkas calon yang masuk akan diverifikasi dari tim ke jaringan,” pungkas dia. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya