Puluhan Event Batal Gegara Pandemi, Pemko Malah Resmikan Dua Ikon Wisata Baru

Banjarmasin, KP – Saat ini pariwisata di Kota Banjarmasin belum dibuka untuk umum lantaran adanya pandemi Covid-19. Bahkan puluhan event pariwisata juga terdampak dibatalkan.

Meskipun demikian, infrastruktur fasilitas wisata sejati ini berhasil lolos dalam pengerjaan proyek. Bangunan pariwisata yang dimaksud adalah “Galeri Terapung” dan “Rumah Lanting”.

Dua bangunan ini juga baru saja diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, di Sungai Jingah dan di Mantuil, Senin (21/12) siang.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Ikhsan Alhaq, mengatakan, bahwa pembangunan bangunan terapung tersebut bersumber dari APBN atau dana apresiasi pemerintah pusat soal keberhasilan penanganan Covid-19 di Kota Banjarmasin.

“Dana dari pusat tersebut kita gunakan untuk membangun Galeri Terapung dan Rumah Lanting. Kalau tidak salah masing-masing itu dianggarkan Rp 195 juta, yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) Pemerintah Pusat,” ungkapnya pada awak media melalui sambungan telepon.

Sehingga, ia menegaskan, bahwa pembatalan puluhan event budaya dan pariwisata yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 tidak ada hubungannya dengan pembangunan dua ikon wisata baru tersebut.

Berita Lainnya

DPRD Kalsel Dukung Penerapan E-Tilang di Kalsel

Atasi Banjir Dua Waduk Dibangun PUPR

1 dari 2.135

Soal pengerjaannya, pria dengan sapaan Ikhsan itu membeberkan, bangunan yang mengapung di atas aliran sungai tersebut dimulai sejak Oktober lalu dan selesai Desember ini.

“Dua bangunan tersebut tujuannya untuk menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun luar,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Galeri Terapung berlokasi di Kawasan Kampung Sasirangan, Kelurahan Sungai Jingah sedangkan Rumah Lanting yang berlokasi di Kawasan Sungai Martapura, Jalan Teluk Masjid, Kelurahan Mantuil yang berada tidak jauh dari pembangunan Jembatan Bromo.

Menurutnya, kedua fasilitas milik pemerintah Kota Banjarmasin itu dipergunakan untuk sarana dan prasarana kepariwisataan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) berbasis masyarakat, maka pengelolaan kedua ikon wisata tersebut diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di wilayah masing-masing,

“Tentu demi mewujudkan DTW yang menarik dan berdaya saing dan meningkatkan perekonomian di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Sementara Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan, Kehadiran dua ikon wisata baru di atas sungai tersebut, diharapkan dapat mengangkat kembali budaya sungai Kota Banjarmasin.

“Galeri Terapung dan Rumah Lanting adalah salah satu seni budaya yang harus diangkat. Mudahan ini dapat lebih menarik minat pariwisata untuk berwisata di Banjarmasin,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya