Sempat Tutupi Seluruh Sungai, Pasukan Turbo Langsung Bergerak Urai Pampangan

Banjarmasin, KP – Tumpukan sampah dan tanaman eceng gondok sebelumnya sempat menutupi hampir seluruh Sungai Martapura di bawah Jembatan Antasari Banjarmasin, langsung dibersihkan oleh Pasukan Turbo, Selasa (29/12) siang.

Dari pantauan awak media di lapangan, terlihat para Pasukan Turbo yang berada di bawah Bidang Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, mulai mengurai sampah yang menutup sungai di kawasan tersebut, Selasa pagi.

Bahkan, Kapal Sapu-Sapu yang sebelumnya diberitakan telah habis masa kontraknya dengan Dinas PUPR Kota Banjarmasin juga terlihat ikut diturunkan untuk membuka sampah yang menutup arus transportasi sungai Martapura.

Kepala Pasukan Turbo PUPR Kota Banjarmasin, Syamsudin mengatakan, tumpukan mulai menutup seluruh bagian sungai terjadi sejak Senin malam.

Hal tersebut tentu membuat arus transportasi sungai yang masih menjadi pilihan utama bagi beberapa masyarakat Kota Banjarmasin menjadi tersendat.

“Mulai kemarin sore pampangan ini ada, beberapa kelotok maupun kapal masih bisa lewat. Tapi mulai malam tadi sudah tertutup full,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.234

Ia menambahkan, saat ini beberapa petugas dari Pasukan Turbo diakuinya libur akhir tahun sampai tanggal 2 Januari mendatang, akan tetapi beberapa petugas harus diturunkan untuk melakukan penguraian sampah yang mengganggu transportasi di Sungai Martapura tersebut.

“Jadi kita menurunkan yang masih bisa bekerja, kita turunkan 15 orang semuanya supaya arus kelotok ini masih bisa jalan mulai dari Jembatan Pasar Lama sampai jembatan Antasari ini,” tambahnya.

Adapun kendala dilapangan ujar Syamsudin dikarenakan pihaknya melakukan penguraian secara tradisional, hingga agak kesulitan untuk mengurai bambu-bambu bekas rakit yang datang dari hulu hingga menumpuk di bawah pondasi jembatan.

“Kendalanya disini paling banyak itu bekas rakit, susah kalau mengurainya,” tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Desa Lok Baitan, Kabupaten Banjar, Saini (45) yang biasanya melintas di atas Sungai Martapura,merasa terganggu dengan adanya sampah berupa ranting dan batang pohon bercampur eceng gondok tersebut.

“Saya sudah hampir satu jam menunggu agar bisa melintasi ini,” tukasnya sembari menunjuk ke arah wartawan.

Oleh karena itu, sebagai pengguna transportasi sungai, ia sangat berharap kepada pihak pemerintah agar permasalahan setiap tahun terjadi ini bisa diatasi.

“Pemerintah harus lebih memikirkan lagi permasalahan ini agar tidak terjadi lagi agar Sungai Martapura lebih indah dan tidak mengganggu transportasi Sungai,” tandasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya