Tangkal Kecenderungan Tindakan Intoleran –Radikal di Pilkada di Kalsel

Banjarmasin, KP – Tangkal kecenderungan tindakan Intoleran –Radikal di Pilkada di Kalsel.

Disini Pilkada, harus belajar dari kasus politik elektoral pemilu presiden.
Di mana masing-masing kandidat bersama menjaga suasana yang kondusif di masyarakat.

“Karena bagaimanapun juga beberapa hasil riset dan kajian kadang-kadang media sosial ya sebagai pemicu munculnya konflik horizontal dan konflik vertikal di masyarakat kita,” kata Dr Taufik Arbain M.Si, pengamat politik, kepada wartawan disela kegiatan diskusi kebangsaan menyikapi fenomena situasi dan kondisi bidang Ipoleksosbudkam (Idiologi, Politik, Sosial, Budaya dan Keamanan), Jumat (4/12/2020) di Swiss Belhotel Borneo Banjarmasin.

Semua itu diselenggaran pihak Intelkam Polda Kalsel, yang juga hadirkan pengamat politik, Drs Apriasyah M,SI dan KH Muhamamd Mukri Yunus, Ketua Persatuan Yayasan Pasantren Kalsel.

Ia sebut namanya radikal suatu paham atau gagasan yang menginginkan adanya perubahan sosial-politik dengan menggunakan cara-cara ekstrem.
Termasuk cara-cara kekerasan, bahkan juga teror

Sedangkan Intoleran adalah tidak tenggang rasa.”Penting bagi kita untuk sama-sama memahami menjaga kondisi situasi Pilkada di daerah,” tambah Taufik Arbain.

Disebut, Pilkada di daerah bagaimanapun juga ini sesuatu yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Maka dari itu jaga situasi yang kondusif. Kita bisa berpikir lebih jernih, termasuk kita mampu menangkal kecenderungan ada pihak-pihak tertentu yang akan mendorong pada tindakan tindakan radikal termasuk tindakan intoleran dalam suasana Pilkada,” jelasnya.

Dikatakan, semua sangat memungkinkan adanya pihak tertentu untuk membentuk kepentingan politik.

Baik kepentingan politik kekuasaan termasuk kepentingan yang mendorong pada kondisi konflik antar masyarakat itu sendiri.

Berita Lainnya

Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme

1 dari 1.314

Disini dirinya sangat mengapresiasi kegiatan dilakukan Polda Kalsel.
Dimana aparat keamanan harus cepat bergerak dan melibatkan banyak pihak.

Sebab penyelesaian persoalan Kamtibmas tak hanya dikerjakan aparat Kepolisian atau TNI saja, namun semua harus terlibat mendukung untuk tujuan yang namanya Kamtibmas.

Sementara Drs Apriasyah M,SI mengatakan, semua informasi dalam situsi Pilkada harus difilter serta dikonfirmasi dengan pihak-pihak lain, jangan sampai menjadi pemicu konflik

“Karena yang berkompetisi ataupun calon, itu adalah milik bersama juga,” ucapnya.

Sisi lain KH Muhammad Mukri Yunus menambahkan, kegiatan diskusi ini dinilai sangat baik dalam kontek ilada yang aman.

Dan mudahan ini bisa memuaskan dari kesimpulan sesuai tema yang tertera.

“Bagiamanpun juga kalau aman, maka tenang. Dan kita bisa jalankan aktivitas sehari-hari maupun tenang hubungan dengan Allah,” ujarnya.

Mudahan-mudahan lanjutnya Pilkada di banua berjalan aman dan lancar. “Hindari berita-berita bohong di media sosial, yang saling memojokan. Ini yang kita tidak kehendaki.

Dan kepada mamasyakat jangan sampai terprovokasi dengan isu-isu tak jelas, yang bisa menimbulan kerusakan.

Kita berdoa semua agar Pilkada di Kalsel berjalan sesuai dengan keinginan, damai,” tutup KH Muhammad Mukri Yunus. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya