Target pertahankan juara umum
KONI Monitor latihan atlet Untuk hadapi Porprov HSS

Banjarmasin berupaya memenuhi target pertahankan gelar juara umum Porprov, dengan memonitoring latihan semua cabor yang akan tampil

Banjarmasin, KP – Untuk memenuhi keienginan mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang pada 2021 nanti digelar di Hulu Sungai Selatan (HSS). KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarmasin, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada semua cabor di ajang multi even banua tersebut.

Salah satunya rutin dilakukan KONI yang dinakhodai H Hermansyah, dengan memantau persiapan sejumlah cabang olahraga melalui Tim Monitoring Cabang Olahraga Anggota KONI Banjarmasin 2020 yang launchingnya dilakukan di Aula Masjid Muhajirin Sabtu (12/12/2020) sore. Awalnya akan dilaksanakan di lapangan sepakbola HKSN, namun hujan deras yang mengguyur kota sehingga dipindahkan ke gedung yang biasa digunakan untuk sep[ak takraw dan bulutangkis tersebut.

Sebagai pembuka monitoring dilakukan pada cabang karate yang dibina Forki (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) Banjarmasin yang dihadiri puluhan karateka tim Kayuh Baimbai yang dikomandani H Johansyah Muchlis.

Ketua KONI Banjarmasin, Hermansyah saat membuka kegiatan mengatakan, monitoring akan dilakukan mulai 12-18 Desember di 41 cabang olahraga di Banjarmasin.

“Cabor dikelompokkan menjadi lima yakni cabor permainan, akurasi, terukur, beladiri, eksebisi atau ektensi,” katanya didampingi ketua tim monitoring Baktiansyah dan Johansyah Muchlis, H Aftahuddin dan beberapa pengurus KONI Banjarmasin lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 432

Mengenai tujuannya kata Hermansyah, untuk memastikan aktivitas pembinaan cabor anggotakota Banjarmasin, apakah masih tetap berjalan dalam masa pendemi covid-19 juga untuk memberikan support kepada atlet dan pelatih.

“Kita juga ingin mengetahui kendala apa saja yng dihadapi atket saat ini sebab saya ingin di Porprov di HSS nanti, Banjarmasin bisa kembali menjadi juara umum,” jelas wakil walikota Banjarmasin ini.

Ketua Forki Banjarmasin, Johansyah Muchlis menambahkan selama pandemi covid 19, cabor karate sempat vakum latihan selama enam bulan. Lalu baru tiga bulan terakhir mulai dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Soal kendala saat ini jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalsel ini mengaku masih soal klasik dimana keterbatasan sarana, prasana dan Dojo karate untuk latihan bagi atlet.

“Untuk latihan kita terpaksa harus menyewa atau minjam ruangan pihak ketiga sementara untuk latihan fisik masih bisa dilakukan di halaman Kajati Kalsel. Semoga nanti sarana dan prasana latihan lebih diperhatikan walikota terpilih,” jelas dia.

Forki Banjarmasin sendiri kata Johan menyiapkan 60 karatenya yakni 20 Karateka senior yang sudah beberapa berhasil meraih gelar juara. Lalu 20 karate junior dan 20 karate kadet dibawah 12 tahun.

“Semuanya ini kita siapkan untuk me uji PON 2024 di Aceh nanti,” pungkas karateka sabuk hitam DAN III ini. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya