Akibat Banjir Terjadi Kelangkaan Sembako di HST

Banjarmasin, KP – Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi meminta Pemprov Kalsel memastikan jalur distribusi sembako dan bahan bakar minyak (BBM) ke daerah Hulu Sungai aman.

“Karena masyarakat sudah merasakan sulitnya memperoleh sembako dan BBM,” kata Firman Yusi, usai kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalsel, terkait pengawasan penanggulangan bencana di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Balangan.

Bahkan, saat ini mulai terjadi kelangkaan sembako, seperti telur dan beras, termasuk BBM, sehingga harganya mulai mengalami kenaikan, terutama BBM yang di luar SPBU.

Untuk itu, Sekretaris Komisi IV berharap, Pemprov segera turun tangan mengatur dan menjamin proses distribusi yang terganggu sebagai dampak dari banjir besar yang melanda sebelas kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ini.

“Ini berdampak pada terganggunya distribusi bahan pokok dan BBM di HST, yang disuplai dari Banjarmasin,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ditambahkan, sejumlah ruas jalan trans Kalimantan terendam banjir saat puncak banjir sekitar 14–18 Januari 2021, dan kondisi ini diperparah putusnya jembatan di Mataraman, Kabupaten Banjar dan Kapuh.

Berita Lainnya
1 dari 641

Untuk menjamin kelancaran distribusi, Firman menyarankan agar akses alternatif yang digunakan untuk menghindari jembatan putus di Mataraman dan Kapuh tersebut dapat digunakan untuk distribusi sembako dan BBM pada jam tertentu dengan bantuan pengawalan dari aparat terkait.

“Jadi untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan sembako, jalan alternatif mulai Simpang Tiga Haji Duan yang tembus ke Danau Salak dan dari Simpang Empat Barikin, melalui Jalan Teluk Mesjid kembali ke Jalan A Yani pada jam tertentu dikhususkan bagi sembako dan BBM dengan bantuan pengawalan khusus dari aparat,” ujarnya.

Kelangkaan BBM dan pasokan sembako ini juga mempengaruhi kecepatan penanggulangan bencana di HST, yang menurut Firman, menjadi daerah dengan dampak banjir bandang terberat dalam bencana kali ini.

“Pergerakan tim penanggulangan bencana, baik pemerintah maupun relawan akan sangat dipengaruhi ketersediaan BBM dan sembako di Hulu Sungai,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel V, meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pembelian sembako secara besar-besaran oleh donatur dan relawan untuk disumbangkan ke korban bencana menjadi alasan utama kelangkaan bahan pokok ini.

Disamping terganggunya distribusi, informasi kawan-kawan dari berbagai komunitas yang memberikan bantuan, mereka mulai kesulitan mendapatkan pasokan beras dan telur serta BBM untuk memobilisasi bantuan tersebut.

“Semoga langkah mengatasi masalah ini dapat segera diambil, agar masyarakat yang terdampak banjir tidak semakin menderita,” kata Firman Yusi. (lyn/K-1))

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya