BANJARBARU, Kalimantanpost.com– Upaya mengatasi persoalan krisis air bersih di salah satu kawasan di Kota Banjarbaru terus dilakukan. Pembangunan fasilitas sumur bor dan menara penampungan air (water tower) kini tengah dikebut dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu setengah bulan.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya santri di lingkungan madrasah serta warga yang bermukim di sekitar lokasi.
Saat meninjau pembangunan di area madrasah, perwakilan pemerintah daerah menjelaskan bahwa tahap awal proyek akan difokuskan pada operasional sumur bor dan menara air sebagai sumber pasokan air bersih sementara.
“Dilanjutkan nanti mungkin tahun berikutnya untuk pipa sampai ke rumah-rumah masyarakat. Sementara ini yang di sini dulu,” ujarnya.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menyatakan dukungannya terhadap pembangunan fasilitas dasar bagi masyarakat itu.
Menurutnya, setelah rampung nanti, air dari sumur bor akan dimanfaatkan secara komunal melalui instalasi menara air yang dibangun di lokasi.
“Jadi kemungkinan untuk sementara di sini nanti ada sumur bor, ada instalasi tower. Nanti digunakan oleh masyarakat, terutama para santri yang ada di madrasah ini dan juga masyarakat sekitar,” katanya.
Selain solusi jangka pendek, Kapolres juga mendorong agar pemerintah daerah dapat menghadirkan layanan air bersih yang lebih permanen melalui perluasan jaringan PDAM ke kawasan tersebut.
Ia mengaku akan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Wali Kota Banjarbaru agar jaringan pipa PDAM dapat segera menjangkau permukiman warga.
“Mungkin selanjutnya nanti kami juga akan menyampaikan ke Ibu Wali Kota untuk bisa didorong agar PDAM bisa masuk. Sehingga ada sekitar 400 kepala keluarga yang ada di kelurahan ini bisa mendapatkan pelayanan air bersih,” ujarnya.
Apabila rencana tersebut terealisasi, sekitar 400 kepala keluarga di wilayah tersebut akan memperoleh akses air bersih secara langsung melalui jaringan perpipaan PDAM. Sementara menunggu pembangunan jaringan tersebut, keberadaan sumur bor dan menara air diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap pasokan air bersih.(dev/KPO-4)
Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih di Banjarbaru Ditarget Rampung 1,5 Bulan














