Banjir Mulai Surut, Warga Banjarmasin Mulai Tinggalkan Pengungsian

Banjarmasin, KP – Dewi tampak kesepian, ditemani 2 putri kecilnya sembari duduk berdiam diri di salah satu kios di Terminal Tipe B Kilometer 6, Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, Kamis (28/01) siang.

Keluarga Dewi merupakan salah satu dari ratusan orang yang masih memilih bertahan untuk mengungsi di gedung milik Pemerintah Provinsi Kalsel itu akibat tempat tinggalnya masih terdampak banjir.

Pantauan awak media, areal gedung yang bisa disebut Terminal Pal 6 tampak lengang. Bila mulanya kawasan ini menampung sebanyak 504 jiwa, kini yang bertahan terhitung tak lagi sampai setengahnya.

Pasalnya, sejak dua pekan banjir melanda Kota Banjarmasin, debit air yang menggenangi beberapa kawasan kini perlahan mulai surut.

Alhasil, sejumlah pengungsi pun memilih kembali ke rumah masing-masing. Yang bertahan sekarang hanya tinggal pengungsi yang rumahnya masih terendam.

“Ini mau pulang. Air sudah surut. Rumah saya juga tidak terendam lagi,” ucap Masriah, sambil menggendong barang bawaan untuk kembali ke rumahnya.

Warga Pekapuran Raya itu tampak berpamitan dengan pengungsi lain yang masih bertahan. Maklum, sejak mengungsi di kawasan tersebut, para pengungsi seakan menjadi tetangga baru.

“Minta rela semuanya. Mohon maaf kalau ada salah tutur kata dan perbuatan selama tinggal di sini,” ujarnya, sambil melambaikan tangannya.

Tidak seperti Masriah. Dewi bersama keluarga masih memilih bertahan di tempat pengungsian sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Sebab, warga Gang TVRI, Kecamatan Banjarmasin Timur itu mengaku bahwa saat ini rumahnya masih kebanjiran walaupun ketinggian air tidak setinggi saat puncak banjir melanda beberapa waktu lalu.

“Sudah tidak setinggi kemarin. Kalau sebelumnya air sampai ke pinggang, kini tinggal selutut. Tapi saya masih belum berani kembali ke rumah,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Wawali Ajak WUB Bangun Brand

Pemko Tiadakan Absen Sidik Jari

1 dari 3.223

Dewi mengaku khawatir akan kesehatan kedua anaknya yang masih kecil jika harus memaksa kembali dengan kondisi banjir.

“Saya khawatir keduanya terserang penyakit gatal-gatal. Apalagi si kecil, yang umurnya 2 tahun ini. Saya berharap, genangan air sudah benar-benar surut dan saya juga bisa kembali ke rumah,” ujarnya.

Untuk diketahui, Dewi tinggal bersama suami dan dua orang putrinya. Keduanya sama-sama masih kecil. Yakni berusia 4 dan 2 tahun. Sementara sang suami diketahui mencari pekerjaan sampingan sebagai tukang ojek.

“Yaa alhamdulillah, lumayan untuk menambah biaya beli susu anak. Karena selama banjir tidak ada pendapatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Banjarmasin Timur, Ahmad Muzaiyin membenarkan bahwa saat ini memang terjadi penurunan jumlah pengungsi di bangunan kios Terminal Induk KM 6 Banjarmasin.

Menurutnya, meskipun air sudah ada penurunan maka pengungsian sebagian pulang kerumah. Jumlah dapur umum pun juga berkurang.

“Dari 99 Posko itu hanya 30 yang masih berdiri dan untuk pengungsian juga sudah banyak balik kerumah dari 3 hari belakangan,” terangnya.

Namun, bagi warga yang masih pengungsian itu Pemko Banjarmasin tetap memberikan makanan maupun sembako yang diperlukan.

“Ketua RT maupun warga sekitar tetap menjalankan dapur umum agar bisa memberikan makanan kepada korban banjir,” tandasnya

Ia membeberkan, saat ini masih ada beberapa kelurahan yang masih tergenang seperti Sungai Lulut, Pemurus luar, dan Pengambangan.

“Pemko Banjarmasin sudah berupaya untuk penanganan banjir ini seperti melakukan pompanisasi yang dilakukan di beberapa titik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, titik yang fokus untuk dilakukan pompanisasi tersebut ada di kawasan Jalan Ahmad Yani yang menggunakan ada 4 mesin pompa yang dijalankan untuk mengurangi tinggi genangan air.

“Mudah-mudahan upaya dilakukan ini bisa membuahkan hasil,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya