Ibnu Teken SE Pembongkaran Bangunan di Atas Alur Sungai

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada pemilik ruko dan bangunan yang saat ini masih menutupi aliran sungai tersumbat akan dibangkar.

BANJARMASIN, KP – Masih banyaknya kawasan yang masih terendam banjir membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembongkaran bangunan yang ada di atas alur sungai.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan bahwa Surat Edaran tersebut ditujukan kepada pemilik-pemilik ruko dan bangunan yang saat ini masih menutupi bahkan membuat aliran sungai tersumbat.

“Surat Edarannya sudah ada, hari ini tadi saya tandatangani yang ditujukan kepada setiap pemilik bangunan,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota Banjarmasin, Rabu (27/01) sore.

Menurutnya, Surat Edaran tersebut isinya masih bersifat himbauan agar pemilik ruko atau bangunan bisa memastikan bahwa bangunannya tidak menghambat aliran air atau menutupi sungai, hingga membuat aliran air sungai tersumbat.

“Sifatnya imbauan. Agar saluran-saluran yang tertutup apalagi yang tersumbat kiranya bisa dipastikan bisa berjalan dengan baik. Kami minta kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Seusai surat edaran nantinya diterbitkan, Ibnu mengaku bakal memberikan waktu kepada Dinas PUPR Kota Banjarmasin dan pengawasan bangunan, untuk melihat kondisi di lapangan.

Yang mana bangunan yang menghalangi alur atau menyumbat sungai, akan dilayangkan teguran terlebih dahulu.

“Kemudian, dilakukan pembongkaran. Tapi sekali lagi kami harapkan kesadaran dari masyarakat terlebih dahulu” tambahnya.

Lantas, di mana saja titik-titik yang menjadi prioritas pembongkaran?

Berita Lainnya
1 dari 2.423

Orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai itu mengungkapkan, lokasi pembongkaran itu akan dilakukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani dari KM 1 sampai KM 6, Jalan Veteran dan Jalan Pramuka.

“Untuk Jalan Ahmad Yani, itu baik yang arah keluar maupun kedalam kota,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berupaya melakukan penanganan terhadap banjir yang melanda Kota Banjarmasin.

Upaya tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari pompanisasi hingga pembongkaran bangunan yang dianggap menghalangi aliran air ke Sungai Martapura.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (27/01), pengerukan sungai juga tampak dilakukan. Tepatnya, di bekas berdirinya belasan kios Pasar Kuripan, yang dibongkar pada 23 Januari lalu. sebelumnya dianggap menghambat aliran air Sungai Veteran.

Kemudian, ada juga pembongkaran bangunan penyeberangan di sekitar Jalan Ahmad Yani KM 4 yang dilakukan dengan menggunakan excavator milik PDAM Bandarmasih.

Bangunan berupa cor semen di atas sungai terpaksa dihancurkan sebagai antisipasi, jika nanti banjir atau air pasang kembali terjadi di Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika menjelaskan, bahwa pembongkaran itu dilakukan lantaran tidak memiliki izin.

“Mereka mengecor tanpa izin menghalangi aliran air,” ujarnya.

Tak hanya itu. Ia menerangkan akan kembali mengintensifkan drainase dengan membongkar infrastruktur yang mengganggu saluran air. Termasuk Jembatan Bangunan Gedung (JBG).

“JBG di sepanjang Jalan Ahmad Yani dinilai menghalangi aliran air,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya