Jalan Gubernur Syarkawi Mulai bisa Dilalui

Kondisi sekarang air mulai surut. Pekerjaan kami sempat terhenti sekarang mulai dikerjakan lagi. Kemarin itu gak ada akses sama sekali karena terendam air. Sejak tadi malam (kemarin, red) pekerjaan dimainkan lagi meskipun masih ada genangan air,” beber Saleh.

Banjarbaru, KP – Penumpukan truk angkutan barang terjadi di Jalan Hasan Baru, Banjarmasin, beberapa hari lalu, sejak Senin (25/1) sudah tidak terlihat antrian panjang. Hal itu terjadi karena akses menuju Barito Kuala dan Kalteng dialihkan menggunakan kapal penyeberangan. Truk angkutan tidak bisa melintas di Jalan Gubernur Syarkawi akibat banjir.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Kalsel, II, Saleh Syamsuri, menyebut selama ini pihaknya tidak pernah menutup akses tersebut, namun demi keamanan dan keselamatan disarankan tidak melintas karena kondisi jalan tergenang air.

Kini pengguna jalan Gubernru Syarkawi tersebut sudah kembali berfungsi dengan perbaikan disana sini akibat banjir.

“Kami menyarankan tidak melewati akses Jalan Gubernur Syarkawi bukan karena saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan. Justru saat pengerjaan tetap dibolehkan kendaraan melintas. Akibat banjir kemarin genangan air mencapai 1 meter makanya truk diarahkan menggunakan fery bagi yang menuju Baritokuala,” jelas Saleh, Senin (25/1).

Saleh menyebut air menggenang di ruas jalan tersebut hampir satu minggu lamanya. Diakuinya saat genangan air tinggi masih ada truk besar yang berani melintas.

Berita Lainnya
1 dari 641

“Kondisi sekarang air mulai surut. Pekerjaan kami sempat terhenti sekarang mulai dikerjakan lagi. Kemarin itu gak ada akses sama sekali karena terendam air. Sejak tadi malam (kemarin, red) pekerjaan dimainkan lagi meskipun masih ada genangan air,” beber Saleh.

Dikatakan Saleh pada waktu kemarin genangan air yang cukup tinggi berada di dekat Universitas Muhammadiyah, sebelum Seitabuk dari Handilbakti. Kondisis saat ini sebagian titik genangan air antara 20 sampai 30 centimeter sehingga bagi truk besar bisa saja melintasi ruas tersebut.

Pada saat air tergenang, lanjutnya, dua resiko yang dihadapi pengendara. Pertama mesin macet atau terperosok ke dalam lubang karena kebetulan ruas tersebut banyak lubang yang sedang dalam pengerjaan diperbaiki.

“Pihak kami tidak pernah menutup ruas tersebut hanya menyarankan melewati jalur lain,” tegasnya.

Dikatakan Saleh karena pekerjaan bisa dimulai maka pihaknya berusaha menutup lubang-lubang yang sebelum sudah ditutup namun tergerus lagi akibat terjangan air.

“Kami sudah arahkan kontraktor pelaksana untuk secepatnya menutup lubang terutama yang sudah tidak tergenang air agar memudahkan pengendara. Sebagian lubang yang sudah ditutup kemarin terimbas, kecuali pemasangan batu tidak terimbas,” pungkasnya. (mns/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya