Jembatan Antasan Bromo Ditutup Hingga Maret 2021

Banjarmasin, KP – Tim Pengelola Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo memutuskan untuk menutup tempat yang saat ini sedang hits di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.

Ketua Tim Pengelola Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo, Ir Doyo Pudjadi mengatakan, penutupan tersebut dilakukan karena tidak ingin tempat yang menjadi ikon baru milik Kota Banjarmasin itu menjadi klaster baru akan Covid-19.

“Kita lebih berfokus pada fungsi utama dari jembatan ini, untuk menghubungkan antara penduduk yang tinggal di Pulau Bromo dengan kawasan seberangnya yakni Mantuil,” ucapnya pada awak media usai melakukan rapat koordinasi tim di Balaikota Banjarmasin, Senin (4/1) sore.

Selain itu, trend peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini juga menjadi catatan dalam penutupan kawasan jembatan yang disebut warga dengan nama jembatan roller coaster tersebut.

“Jadi kita sepakat untuk menutup Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo ini sampai Bulan Maret mendatang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sistem penutupan tersebut dilakukan mulai dari pintu gerbang utama selamat datang, jalan utama memasuki kawasan jembatan, bahkan penjagaan juga dilakukan di sekitar jembatan.

“Di gerbang kawasan wisata Jembatan Antasan Bromo itu nanti akan didirikan pos jaga untuk memfilter pendatang yang akan berkunjung ke tempat itu,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meletakkan pemberitahuan atau pengumuman berupa spanduk bahwa kawasan tersebut sementara waktu ditutup untuk keperluan wisata.

Berita Lainnya
1 dari 2.108

“Besok (Selasa 5 Januari 2021) akan kita survei, dimana saja pengumuman itu akan diletakkan,” ujarnya.

Kemudian, untuk mengantisipasi adanya pengunjung yang menggunakan jalan tikus untuk masuk ke kawasan yang sedang viral itu. Pihaknya membentuk tim khusus di pos penjagaan gerbang utama.

“Tapi penjagaan itu hanya berlaku bagi pengunjung yang datang untuk berwisata. Sedangkan warga setempat yang ingin menyeberang masih diperbolehkan,” imbuhnya.

Maka dari itu, petugas yang berjaga di lokasi akan menutup sebagian akses untuk mengeliminir masyarakat yang benar-benar memerlukan akses tersebut. Itupun tidak melalui pintu utama.

“Ini kita lakukan untuk mengurangi animo pengunjung disana agar tidak terjadi kerumunan di masa pandemi saat ini,” bebernya.

Menurutnya, pemberlakuan kebijakan tersebut akan dievaluasi per bulan untuk mengetahui bagaimana perkembangannya. “Setiap bulannya akan kita evaluasi,” ujarnya singkat.

Untuk mengantisipasi adanya tindakan oknum warga yang masih memanfaatkan kesempatan saat kawasan itu masih ditutup, Doyo mengaku bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan Pokdarwis setempat.

“Pihak kelurahan dan Pokdarwis setempat sudah kita kondisikan bahwa tempat itu ditutup sementara waktu untuk keperluan wisata,” tukasnya.

Lantas bagaimana dengan tempat parkir yang mulai menjamur di kawasan tersebut?

Doyo menegaskan, mulai besok, Selasa (4/1) pihaknya memastikan kalau kawasan tersebut tidak ada parkir untuk wisata.

“Kotak-kotak parkir di sana akan kita sterilkan, sehingga tidak mungkin lagi ada warga yang datang kesana untuk berkunjung kalau tidak ada parkir,” tandasnya.(zak/KPO-)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya