Doyo Pudjadi Ditunjuk Sebagai Tim Pengelola Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo

Banjarmasin, KP – Guna memaksimalkan pengawasan terhadap penggunaan Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin membentuk tim khusus yang berisikan SKPD beserta unsur TNI-Polri di Kota Banjarmasin.

Tim tersebut merupakan hasil kesepakatan rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina beserta Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah pada Senin (4/1) siang tadi.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menunjuk Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pemko Banjarmasin, Ir Doyo Pudjadi menjadi ketua dari tim tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa tim tersebut berisi perwakilan dari SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, seperti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ihsan Al Hak yang ditunjuk sebagai Sekertaris.

Sedangkan anggotanya ada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik).

“Kemudian ada lagi tambahan dari Kodim 1007/Banjarmasin dan Polresta Banjarmasin, yang turunannya sampai tingkat Polsek dan Koramil,” ucapnya pada awak media usai melakukan rapat.

Berita Lainnya
1 dari 2.966

Pria dengan sapaan Doyo itu membeberkan, bahwa Surat Keputusan (SK) terkait pembentukan tim tersebut akan dibuatkan pada Selasa (5/1).

Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya akan bekerja dengan sistem cepat. Sehingga tidak perlu menunggu SK pembentukkan tim itu terbit untuk memulai pekerjaan.

“Makanya tadi langsung melakukan rapat untuk membahas bagaimana sistem kerja dan manajemen pengaturan yang harus kita lakukan untuk mengatur Jembatan Antasan Bromo itu sebagai kawasan ecotourism,” ungkapnya.

Doyo menerangkan, bahwa tugas tim yang ia pimpin tersebut adalah menyampaikan kepada masyarakat bahwa pembangunan jembatan yang berlokasi di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu tujuan utamanya adalah memberikan akses bagi warga yang berada di Pulau Bromo.

“Kita membuka akses terhadap kawasan yang selama ini cukup terisolasi dari pembangunan, itu tujuan utamanya,” bebernya.

Namun, Doyo tidak menampik bahwa jembatan tersebut mempunyai nilai arsitektur yang unik sehingga membuat masyarakat berbondong-bondong datang hanya untuk melihat secara langsung jembatan yang disebut dengan nama Jembatan Roller Coaster itu.

Oleh karena itu, mengingat saat ini Kota Banjarmasin masih dihantui oleh pandemi Covid-19 yang belum reda, bahkan cenderung mulai naik lagi. Pihaknya melaksanakan masukan dari tim Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin agar tempat tersebut ditutup sementara waktu.

“Intinya adalah untuk mengkondisikan bagaimana pengelolaan dari kawasan jembatan itu, agar tidak terjadi kerumunan yang meningkatkan resiko penularan Covid-19,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya