Kadispora Kalsel H Hermansyah
Ketua KONI Harus Memiliki Keihklasan dan Finansial Mumpuni

Untuk menjadi Ketua KONI, haruslah memiliki keichlasan berkorban, pikiran, tenaga dan dana untuk memajukan prestasi olahraga.

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Kalimantan Selatan, H Hermansyah mengutarakan, bahwa seorang Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) harus memiliki kechlasan dan finansiel yang mumpuni.

Menurut Herman, sapaan akrab Kadispora Kalsel, pihaknya tidak berhak mencampuri urusan KONI yang merupakan induk organisasi olahraga. Namun secara pribadi, dia Cuma mengingatkan untuk menjadi seorang pimpinan organisasi olahraga, haruslah memiliki keichlasan dan jiwa pengorbanan, terutama korban waktu, korban tenaga dan pikiran dan juga berani dan ichlas mengeluarkan dana pribadi untuk kepentingan memajukan olahraga.

Ketua KONI juga harus memiliki hubungan yang harmonis dengan kepala daerah dan stakeholder, sehingga bisa saling bersinergi untuk memajukan prestasi olahraga di daerah, ujarnya.

Berita Lainnya

Keliling Penginapan Guna Pastikan Kesehatan Atlet

1 dari 439

Karena itu siapapun yang berkeinginan untuk memimpin KONI, haruslah menakar kemampuan diri, apakah dia bisa bersikap ichlas dan mau berkorban pikiran, tenaga dan juga dana bagi kepentingan memajukan perrkembangan olahraga, pungkas Herman.

Sebelumnya, Dewan Penasihat PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Kalsel, Gemn Yusuf mengatakan bahwa Figur yang akan maju untuk menjadi Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Selatan untuk priode 2021-2025, harus memiliki kemampuan untuk ‘menalangi’ atau menggunakan dana pribadi guna kepentingan pembinaan olahraga.

Menurut Geman secara pribadi seorang ketua umum selain harus berpengalaman sebagai pengurus cabang olahraga, juga harus didukung kemampuan financial yang mumpuni. Karena dalam mengurus organisasi olahraga masalah dana memegang peranan penting.

‘’Karena itu hanya orang-orang yang memiliki keihlasan untuk berkorban, tenaga, pikiran dan dana, yang mau berkecimpung dalam organisasi olahraga, karena dia harus memiliki inovasi dan kreatifitas, dan selalu berfikir guna menghidupkan dan meningkatkan prestasi olahraga. Apalagi sebagai ketua KONI yang jadi tanggungjawabnya pada puluhan cabor ,’’ kata Geman.

Meskipun untuk pembinaan olahraga merupakan tanggungjawab pemerintah sesuai undang-undang keolahragaan, namun kucuran dananya tidak bias seketika, karena ada aturan-aturan yang harus dipatuhi dan waktunya juga secara tertentu. Organisasi olahraga tidak akan bisa bergerak bila tidak tidak memiliki seorang ketua yang mumpuni secara finansial dan ‘’kada engken’ (pelit, red) mengucurkan dana talangan, tambahnya. (nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya