Pedagang Mengeluh,
Kawasan Wisata Siring Tendean Belum Dibuka

Mau gimana lagi, kita ikut saja aturannya. Kami selalu berdoa dan berharap wabah virus Corona ini secepatnya berakhir, biar pedagang kecil seperti kami ini dapat kembali berusaha,” imbuh Hairi.

BANJARMASIN, KP – Pasca penutupan Siring Tendean sejak bulan Juli lalu hingga saat ini, menimbulkan keluh kesah pedagang kaki lima yang banyak bergantung di tempat wisata tersebut untuk mencari nafkah.

Diketahui, Siring Tendean beberapa waktu lalu sempat akan di buka kembali. Namun, hingga memasuki tahun 2021 ini, rencana tersebut belum tampak akan direalisasikan.

Salah seorang pedagang kaki lima di Siring Tendean, Hairi, mengeluhkan kondisi ini. Ia masih menunggu adanya kabar baik terkait dibukanya kembali kawasan wisata siring.

“Belum tau, sampai kapan siring Tendean ini ditutup. Kami jadi sulit mencari pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan kami, ada solusi terbaik dari pemerintah bagi pedagang seperti kami yang mencari rezeki di sini,” ujarnya, Selasa (12/1).

Kendati demikian, ia tetap memahami semua kebijakan yang diambil pemerintah adalah demi kebaikan bersama.

“Mau gimana lagi, kita ikut saja aturannya. Kami selalu berdoa dan berharap wabah virus Corona ini secepatnya berakhir, biar pedagang kecil seperti kami ini dapat kembali berusaha,” imbuh Hairi.

Lain lagi dengan Asrokin, pedagang pentol yang biasa mangkal di kawasan Menara Pandang. Semenjak Siring Tendean ditutup, ia mengaku dagangannya menurun drastis hingga 70 persen.

“Sepi, tak pengunjungnya. Hari Minggu saja, hampir tidak ada yang datang. Biasanya, kalau akhir pekan, saya bisa menghabiskan 3 kilogram daging. Tapi, saat ini 1 kilogram saja susah menjual sampai habis,” keluhnya.

Berita Lainnya
1 dari 579

Hairi dan Asrokin, merupakan bagian kecil dari banyak pedagang yang menggantungkan roda perekonomiannya dengan keberadaan kawasan wisata andalan di Banjarmasin ini.

Mereka berdua, dan ratusan pedagang lainnya, sudah pasti menginginkan kondisi perekonomian yang semakin membaik, di tengah upaya semua pihak melawan pandemi Covid-19.

Sementara itu, mengutip dari terasbanua.com, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Al Haq, mengatakan bahwa Siring Tendean tidak akan dibuka dalam waktu dekat.

Sebab, kasus Covid-19 kembali melonjak sejak memasuki bulan Desember lalu. Zona merah kembali muncul di beberapa kelurahan di Banjarmasin.

“Awalnya memang ada rencana dibuka, tapi karena kasus Covid-19 di Banjarmasin pada awal bulan Desember lalu kembali naik lagi, jadi kami memutuskan untuk menunda lagi,” terang Ikhsan Al Haq.

Menurutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin berencana akan membuka kembali wisata Siring Tendean, ketika kasus Covid-19 menurun dan seluruh kelurahan di Banjarmasin sudah memasuki zona hijau.

Hanya saja, wacana itu terpaksa harus ditunda lagi, setelah bertambahnya jumlah kasus Covid-19 dan adanya kembali zona merah di beberapa kelurahan di Banjarmasin.

“Karena situasinya ini ada beberapa kelurahan kembali zona merah, jadi rencana akan dibukanya Siring Tendean, akhirnya juga tertunda,” ucapnya.

Diakuinya, ada kekhawatiran jika memaksakan Siring Tendean dibuka dalam situasi seperti ini. Mungkin saja, akan muncul klaster baru, mengingat Siring Tendean merupakan objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat.

“Apabila, ingin membuka lagi, tentu kami perlu mempersiapkan dan menpertimbangkan secara matang prosedur di lapangan nanti, demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya