Usai Diterjang Banjir, Sampah di Banjarmasin Membludak 300%

Banjarmasin, KP – Setelah 12 hari kebanjiran, ketinggian air yang menggenangi beberapa kawasan di Kota Banjarmasin mulai menurun atau surut, namun kini Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini malah dibanjiri oleh sampah.

Pasalnya, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin, Marzuki mengatakan saat ini volume sampah di Kota Banjarmasin meningkat hingga 300 persen.

Menurutnya, dikarenakan daerah-daerah terdampak tidak bisa membuang sampahnya selama dilanda banjir.

Pasalnya, sejak tanggal 22 januari 2021 warga sudah mulai membuang sampah yang tertahan itu ke tempat pembuangan. Sehingga menjadikan beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) membludak sampah tiap harinya hingga 300 persen.

“Menurut catatan, potensi sampahnya sehari hari berkisar 75 ton sehari dan dikalikan 12 hari 900 ton lebih yang menunggu,” ucapnya pada awak media melalui pesan singkat, Rabu (27/01) siang.

Berita Lainnya

Satu Maret Vaksinasi Tahap II Dimulai

1 dari 2.382

Oleh karena itu, pria dengan sapaan Jack itu mengimbau kepada semua warga Kota Banjarmasin agar bisa mengelola sampah pasca banjir dengan bijak

“Sedikitnya ada lima cara untuk mengurangi volume sampah yang ada. Pertama sampah hendaklah dipisahkan antara sampah rumah tangga (dapur) sehari dengan sampah akibat banjir seperti perabotan, sampah gotong royong dan lain-lain,” jelasnya.

Kemudian yang kedua, ia melanjutkan, sampah hendaklah dibungkus dengan rapi dan tertutup. Ketiga sampah yang dibuang ke TPS adalah sampah rumah tangga sehari hari (sisa dapur, dan sejenisnya).

Lalu, terhadap sampah dampak banjir diharapkan untuk dikumpulkan di suatu tempat dan dikoordinatori oleh RT setempat untuk diangkut dengan mobil angkutan khusus.

“Dengan harapan ada swadaya masyarakat langsung diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” ujarnya.

Ia menegaskan, agar seluruh himbauan diatas dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin. Mengingat adanya keterbatasan dari pihak DLH sendiri. Baik itu dari segi kapasitas, sarana dan petugas.

“Maka diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasi sampah dalam upaya penanganan darurat banjir,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya