Data Mengerucut, Sekolah Hanya Terendam Banjir Tidak Dikategorikan Rusak

Banjarmasin, KP – Jumlah sekolah di Banjarmasin yang rusak akibat terendam banjir mengerucut atau berkurang dibanding data sebelumnya.

Pada data sebelumnya yang didapat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, ada sebanyak 146 sekolah yang terdiri dari tingkat TK, PAUD dan SD yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Sementara untuk tingkat SMP, ada 24 sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Namun data yang didapat sekarang, sekolah yang rusak akibat banjir hanya berjumlah 40 untuk tingkat SD. Sedangkan untuk tingkat SMP hanya satu sekolah, yaitu SMPN 19 Banjarmasin.

Jumlah itu berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto pada awak media, Rabu (03/02) siang.

“Datanya sudah mengerucut. Tidak sebanyak di awal. Kalau hanya terendam saja tidak masuk kategori rusak. Tidak apa-apa,” ucapnya.

Menurut pria dengan sapaan Totok itu, data kerusakan yang masuk tersebut berdasarkan laporan dari Kepala Sekolah. Namun usulan itu baru dalam bentuk penyampain dari salah satu pihak.

Berita Lainnya

Satu Maret Vaksinasi Tahap II Dimulai

1 dari 2.382

Sehingga, lanjut Totok, pihaknya akan menurunkan tim untuk memverifikasi jenis-jenis kerusakan yang dialami sekolah tersebut. Sekaligus melakukan analisa berapa keperluan biayanya untuk memperbaiki.

“Hari ini, kita sudah turunkan tim untuk memverifikasi. Apakah masuk kategori rusak sedang atau berat. Semoga di anggaran perubahan sudah bisa perbaiki,” tegasnya.

Ia melanjutkan, kriteria sebuah sekolah itu bisa dikatakan mengalami rusak berat. Misalnya terjadi kerusakan di struktur bangunan, hingga tidak bisa melangsungkan pembelajaran. Maka itu yang akan didahulukan.

Sedangkan untuk kategori rusak ringan hingga sedang, adalah seperti kursi dan meja atau buku-buku di perpustakan yang terendam banjir.

“Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sesuai usulan itu berada di wilayah Banjarmasin Tengah, Selatan dan Tengah,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, telah mengestimasi biaya untuk perbaikan satu sekolah berkisar antara Rp 20 – 50 juta.

Sedangkan untuk SMPN 19 yang berlokasi di kecamatan Banjarmasin Selatan, sedikitnya diperlukan biaya Rp 200 juta, karena dinilai mengalami rusak berat.

“Kita akan lakukan perbaikan dengan swadaya dari sekolah dan anggaran yang telah dialokasikan. Totalnya sekitar Rp 4,1 M,” ujarnya singkat.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya