Dibukannya Radioterapi di RSUD, Ada Sosok Perempuan Dibaliknya

Banjarmasin,KP – Menjadi keinginan banyak orang ketika diperjalanan hidupnnya menjadi sukses. Terlebih kesuksesannya bermamfaat bagi orang-orang sekitarnnya dan masyarakat luas.

Namun kesuksesan yang didapat tentunnya tak semudah membalikan telapak tangan. Tidak akan datang pada orang yang hanya diam dan menunggu.

Untuk mencapai hasil yang diinginkan tersebut tentu kita harus berusaha keras. Berusaha dan terus berusaha meskipun gagal adalah kunci kesuksesan seseorang.

Seperti terujudnnya pelayanan Radioterapi di RSUD Ulin Banjarmasin untuk penderita kanker yang sempat vakum selama kurang lebih 5 tahun, yang diresmikan kembali oleh Gubernur hari Kamis kemarin. Ternyata ada perjuangan panjang dalam meretas kembalinnya Radioterapi tersebut.

Salah satunya tokohnya adalah Sari Kartika ST.M.Kes. Sarjana Fisika Nuklir Universitas Gajah Mada (UGM) ini memulai kariernya sebagai seorang Radiographer di Instalasi Radiologi, kemudian ia ekspansi ke Instalasi Radioterapi sebagai seorang Fisikawan Medik selama beberapa tahun hingga saat ini menjabat sebagai kepala seksi sarana non medik di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Dengan Ilmu yang dimiliki saya ingin berkiprah untuk masyarakat dan membantu orang-orang terutama yang memerlukan sesuai dengan kemampuan saya,”katannya. Jumat (26/2/2021).

Meskipun beliau saat ini sudah berkiprah di manajemen, namun tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang Fisikawan Medik, sehingga masih terjun ke lapangan membina dan mengokoordinasikan teman-temannya di Instalasi Radioterapi sebagai seorang senior yang berpengalaman di bidangnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.210

“Sesekali saya berkomunikasi dengan teman-teman yang bertugas di ruang Radio Terapi,”ucapnnya.

Ternyata segudang prestasi dan pengalaman serta penghargaan pernah dirai ibu berparas cantik tersebut yang antara lain seperti pengalaman akademis Sarjana Fisika Nuklir Universitas Gajah Mada, S2 Magister Kesehatan, Bridging Program Matematika dan Fisika Universitas Indonesia.

“Selama mampu untuk terus belajar maka belajarlah, sebab hidup adalah pembelajaran,”ucapnya.

Tak hanya didalam negeri Sari Kartika juga pernah menimba ilmunnya di sejumlah negara seperti melakukan kunjungan Ilmiah ke Australian Nuclear Science and Technology Organisation (ANSTO) Australia. Mendapatkan Beasiswa Internasional sebagai Fellowship IAEA untuk mempelajari bidang Fisika medik di Tata Memorial Hospital Mumbai India.

Ia juga pernah sebagai Scientic (aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan) ke UJP Company Praha Republic Ceko untuk mempelajari peralatan Radioterapi yang menggunakan Radioaktif.

“Prestasi yang diraih tentunnya tak instan begitu saja, perlu perjuangan dan belajar dari kegagalan yang pernah terjadi,”tambah Sartika.

Adapun penghargaan yang didapat seperti . Satya Lencana Karya Satya untuk pengabdian 10 tahun dan 20 tahun dari Presiden RI, Mendapatkan Lisensi Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (PKSR) oleh United State Departemen Of Energy (USDOE) Amerika Serikat ,Mendapatkan Lisensi sebagai petugas Proteksi Radiasi Medik tingkat I oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. (fin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya