Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Uji Coba Vaksinasi DBD di Banjarmasin Memasuki Tahap Kedua, Partisipasi Masyarakat Tinggi

×

Uji Coba Vaksinasi DBD di Banjarmasin Memasuki Tahap Kedua, Partisipasi Masyarakat Tinggi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260814 WA0015 e1786691673480
Siswa sekolah menerima suntikan vaksin DBD yang tengah diuji coba. (Kalimantanpost.com/Hamdi)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Uji coba vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak sekolah di Kota Banjarmasin mendapat respons positif sejak pelaksananya dimulai Januari 2026 lalu. Memasuki tahap kedua ini, kegiatan penelitian tersebut berjalan dengan baik, seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam program penelitian pemerintah pusat ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah mengatakan antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pelaksanaan uji coba vaksin DBD.

Kalimantan Post

“Alhamdulillah ada antusias dari masyarakat untuk ikut kegiatan uji coba ini,” kata Yanuar, Jumat (14/8/2026).

Menurut Yanuar, tingginya partisipasi masyarakat tak lepas dari sosialisasi yang dilakukan sejak awal untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa terhadap pentingnya penelitian ini sebagai salah satu upaya pencegahan DBD, khususnya pada kelompok anak.

Sebelum mendapatkan vaksin, calon penerima telah melalui sejumlah tahapan penelitian. Mulai dari pengisian formulir, hingga persetujuan dan komitmen orang tua.

“Di awal itu sudah ada pemantauan selama tiga tahun. Kemudian ada beberapa form yang diisi, persetujuan serta komitmen orang tua sejak awal karena ini berkaitan penelitian medis,” sebutnya.

Meski berjalan cukup baik, pelaksanaan vaksinasi sempat menghadapi kendala. Beberapa anak yang menjadi sasaran vaksinasi mengalami sakit atau tidak masuk sekolah

Kondisi ini lanjutnya, membuat pelaksanaan sempat tertunda. Mengingat pemberian vaksin tidak bisa diganti begitu saja saat anak yang menjadi sasaran vaksin berhalangan. Sebab setiap calon penerima menjalani proses pemeriksaan darah terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya memenuhi persyaratan penelitian

“Jadi sebelum diberikan kepada anak yang menjadi target vaksin DBD ini sudah dicek darah dan dianggap layak. Sehingga tidak bisa diganti apabila sedang sakit saat pelaksanannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Belajar tak Harus di Kelas, Bunda PAUD Ajak Anak Kenal Literasi di Taman Jahri Saleh

Terkait jumlah siswa yang telah menerima vaksin, ia menyebutkan data tersebut berada di tangan tim peneliti. Sehingga Kota Banjarmasin belum mengetahui secara pasti jumlah penerima vaksin hingga saat ini.

Ia membeberkan target awal vaksinasi DBD ini menyasar 7.500 orang siswa yang terdiri dari kelas 3 dan 4 dengan skema pemberian dua dosis kepada setiap peserta. Sementara total vaksin yang dialokasikan sekitar 30 ribu dosis.

“Berapa sampel yang sudah, itu ada di tim peneliti yang mengolahnya. Nanti biasanya setelah akhir, baru ada laporan penelitian dan diusahakan penelitian ini selesai tahun ini,” imbuhnya.

Penelitian vaksin DBD tersebut pada awalnya melibatkan sekitar 80 sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin.

Namun, jumlah sekolah yang terlibat kemudian bertambah karena sasaran awal dinilai belum mencukupi untuk mengejar target 7.500 siswa

“Kemarin dari tim peneliti ada penambahan sekolah, tapi saya kurang tahu informasi sekolah mana yang direkrut karena sasaran sebelumnya kurang untuk bisa mengejar target 7.500 siswa tadi,” katanya.

Ia menjelaskan tujuan vaksin DBD ini sendiri dalam rangka merangsang sistem kekebalan tubuh guna mencegah infeksi virus dengue.

Terlebih, selama ini tidak ada vaksin DBD sehingga apabila uji coba ini berhasil. Maka kemungkinan akan menjadi program nasional dalam penanggulangan penyakit DBD.

“Kalau ini berhasil, tentu ini akan diambil jadi program pemerintah untuk pelaksanaan vaksin DBD sebagai langkah pencegahan terutama pada anak-anak,” akhirnya.

Diketahui sebelumnya, Kota Banjarmasin mencatat posisi tertinggi kasus DBD sehingga ditunjuk sebagai salah satu lokasi pelaksanaan uji percontohan vaksin DBD nasional.

Situasi itu mendorong pemerintah pusat memilih Kota Banjarmasin sebagai salah satu dari tiga kota penerima vaksin hibah bersama Jakarta dan Palembang. (ham/KPO-3)

Baca Juga :  Polri-Media Perkuat Sinergi, Waspadai Dinamika Kamtibmas Banjarmasin

Iklan
Iklan