Distribusi Vaksin Sinovac ke Puskesmas Dikawal Polres Balangan  

Paringin, KP – Vaksin Covid-19 ‘Sinovac’ hari ini didistribusikan ke masing-masing Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Balangan, diangkut dari Ruang Farmasi Dinas Kesehatan setempat mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Balangan, Senin (01/02/2021).

Dalam pelaksanaannya Polres Balangan menerjunkan 25 anggota untuk mengawal dan mengamankan proses pendistribusian tersebut.

Kapolres Balangan melalui Kasubbag Binopsnal Polres Balangan AKP Rudianto menyampaikan dalam pendistribusian ini dibagi menjadi empat tim pengawalan.

“Ada 4 tim siap memberikan pengawalan, diantaranya jalur 1. PKM Paringin Selatan, RSUD Balangan, PKM Juai dan PKM Pirsus, jalur 2 Puskesmas Paringin, Lampihong, Tanah Habang dan Batumandi, Jalur 3, Puskesmas Lok Batu, Awayan dan Tebing Tinggi dan jalur 4 yaitu Puskesmas Halong dan Uren,” ucapnya.

Rincian logistik yang didistribusikan menyasar kepada 781 orang dengan 819 single dosis.

Situasi saat ini dengan curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan debit air naik di kecamatan Tebing Tinggi, sehingga diperlukan kewaspadaan saat distribusi ke lokasi.

“Untuk Puskesnas Tebing Tinggi pendistribusian logistik situasioner melihat kondisi daerah tujuan, mengingat kondisi terkini masih terendam air, namun vaksin tetap dibawa apabila memungkinkan langsung didistribusikan,” imbuh AKP Rudianto.

Berita Lainnya
1 dari 489

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Balangan, Erwan Karya Mega Latif menerangkan, distribusi pada tahap pertama ini merupakan kluster tenaga kesehatan dan non kesehatan yang berada di fasilitas kesehatan.

“Pagi ini kita distribusikan 819 vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk tenaga kesehatan di sejumlah  Puskesmas dan 1 rumah sakit di Kabupaten Balangan,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Sabtu (30/01) kemarin Bupati Balangan H Ansharuddin telah mencanangkan vaksinasi covid-19 di kabupaten Balangan.

Dalam arahannya Bupati H Ansharuddin menyampaikan, penyebaran COVID-19 secara nasional menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan dan susah untuk terkendali. Vaksinasi adalah pilihan paling rasional yang bertujuan untuk mengurangi penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta mencapai kekebalan komunal serta melindungi masyarakat untuk tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Vaksin Sinovac yang digunakan dalam vaksinasi ini sudah melalui uji klinis dan telah mendapat sertifikat penggunaanya, dan vaksin ini sendiri gratis, jadi jangan lagi ada yang bilang pemerintah cari uang, tapi pemerintah saat ini hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan pelayanan,” ujar bupati.

Namun, lanjutnya, perlu diingat bahwa setelah vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua, mereka yang sudah menjalaninya harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Vaksinasi ini sendiri banyak tersiar berita hoaks, maka saya imbau kepada warga agar tidak percaya dengan berita-berita hoaks, jika ada hal-hal yang belum jelas maka konsultasi dengan tenaga medis atau ahlinya. Saya minta agar Satgas penanganan COVID-19 terus sosialisasi dan mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi, gunakan semua sumber daya dan instrumen yang dimiliki untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi,” pungkas bupati. (jun/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya