Jabatan Wali Kota Berakhir, Ibnu Fokus Hadapi Gugatan di MK yang Berlanjut

Banjarmasin, KP : Proses persidangan sengketa hasil Pilkada Kota Banjarmasin 2020 yang diajukan pasangan nomor urut 4, Ananda-Mushaffa Zakir, resmi dilanjutkan Mahkamah Konstitusi (MK) ke tahap pembuktian.

Berdasarkan pantauan awak media, perkara bernomor 21/PHP.KOT-XIX/2021 pun terpampang di laman resmi MK. Dengan pokok perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Walikota Kota Banjarmasin Tahun 2020.

Agenda yang dijadwalkan pada 1 Maret 2021 pukul 13.30 WIB tersebut rencananya akan berjalan proses mendengarkan keterangan saksi/ahli dan juga mengesahkan alat bukti tambahan.

Seperti yang telah ramai diberitakan oleh media, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina-Arifin Noor dinyatakan menjadi Paslon dengan perolehan suara terbanyak dalam pelaksanaan Pilkada 2020 oleh KPU setempat.

Namun, hasil tersebut rupanya membuat kubu rival yakni pasangan calon dengan nomor urut 4, Ananda dan Mushaffa Zakir mengajukan gugatan sengketa hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka meminta Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan keputusan KPU untuk memenangkan pasangan calon yang dikenal dengan jargon Baiman dan Bermartabat itu.

Saat ditemui awak media, Ibnu Sina yang berstatus sebagai pihak terkait dalam persidangan MK itu mengaku tengah fokus menghadapi gugatan tersebut.

Ia berharap proses persidangan yang akan dijalaninya bersama tim hukum Ibnu-Arifin itu bisa berjalan lancar dan memberikan hasil sesuai dengan harapan.

“Kami sedang persiapan menghadapi gugatan yang ada di MK, ini harus kita ikuti sebaik-baiknya. Semoga semua lancar, sesuai harapan kami. Semoga Allah memberikan yang terbaik,” ungkapnya saat ditemui awak media usai menghadiri acara perpisahan di Aula Kayuh Baimbai, gedung Balai Kota Banjarmasin, Rabu (17/02) tadi malam.

Berita Lainnya
1 dari 2.377

Disinggung apakah pihaknya tengah menyiapkan dalil dan bukti untuk membantah gugatan yang dilayangkan tim AnandaMu, Ibnu mengaku bahwa pihaknya telah menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Tim hukum.

Karena itu, dirinya juga terus melakukan komunikasi yang intens dengan tim hukum, untuk menghadapi sidang lanjutan di MK.

Ibnu sendiri terkesan santai menanggapi gugatan yang membuat suhu perpolitikan di Banjarmasin panas. Namun menurutnya, kondisi itu merupakan hal wajar dalam sebuah proses demokrasi.

“Sekarang hanya berdoa semoga Allah memberikan jalan terbaik bagi kami dan masyarakat. Tapi kalau saya sih insyaa Allah yakin,” ujarnya.

Di sisi lain, Tim Kuasa Hukum AnandaMu, Muhammad Rizky Hidayat mengaku putusan MK tersebut merupakan kabar baik, dimana permohonan yang mereka ajukan ke MK telah ditindaklanjuti.

“Kami dapat kabar baik dari web resmi MK bahwa jadwal sidang berikutnya tanggal 1 Maret 2021, nanti kita mendengar keterangan saksi/ahli dan juga mengesahkan alat bukti tambahan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Ia menilai, putusan MK untuk melanjutkan perkara ini bukan hanya soal ambang batas selisih suara antara pasangan Ananda-Mushaffa dengan Ibnu Sina-Arifin. Namun juga faktor-faktor lain.

“Kami bersyukur karena ambang batas tidak dijadikan patokan lagi dan dikesampingkan. Tapi melihat dari bukti maupun mendengarkan saksi-saksi dan apa yang kami dalilkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya bakal menambahkan beberapa bukti baru untuk menguatkan gugatan di agenda sidang berikutnya.

“Karena masih banyak hal lagi yang akan kami sampaikan nantinya di sidang berikutnya. Kami juga akan menambahkan beberapa bukti baru,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya