PMI Nantikan ASN Banjarmasin Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Banjarmasin, KP – Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengaku sangat mengharapkan peran serta dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah terpapar Covid-19 untuk bisa menjadi pendonor plasma konvalesen.

Pria dengan sapaan Rama itu juga berkeinginan, agar institusi pemerintahan bisa menyerukan para Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan penyintas Covid-19 bisa mendonorkan darahnya .

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan, ia membeberkan, saat ini hanya beberapa orang dan secara pribadi saja yang datang dan bersedia menjadi pendonor.

Sedangkan secara institusi atau instruksi dari pimpinan belum ada sama sekali.

“Padahal kita sudah sering mengimbau agar ikut berperan dalam proses penyembuhan pasien Covid-19,” ungkapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (18/02) siang.

Berita Lainnya

Satgas Belum Rekomendasikan PTM

1 dari 3.201

Menurutnya, jumlah ASN di Kota Banjarmasin yang mencapai ribuan orang menjadi potensi yang sangat tinggi dalam membantu ketersediaan stok plasma konvalesen.

Kendati demikian, tidak semua orang yang bisa menjadi pendonor. Yaitu hanya orang-orang yang benar dinyatakan sembuh sendiri dari Covid-19. Kemudian telah dinyatakan negatif dan tidak bergejala selama 14 hari.

“Tidak semua bisa. Jika orang itu sudah pernah mendapatkan plasma konvalesen maka tidak bisa jadi pendonor. Karena dia sembuh bukan karena anti bodinya. Padahal titer anti bodinya itu yang kita ambil untuk diberikan kepada pasien Covid-19,” pungkasnya.

Upaya UDD PMI Kota Banjarmasin dalam menambah jumlah stok plasma konvalesen tidak hanya sampai disana. Yang paling terbaru adalah dengan menggandeng BUMN untuk bisa menjadi pendonor plasma konvalesen.

“Kita terus bekerjasama dengan instansi-instansi dan pihak swasta agar setiap karyawan yang sudah pernah terinfeksi virus corona bersedia jadi pendonor. Salah satunya yang baru-baru ini dengan pihak BUMN,” tandasnya.

Untuk diketahui, melalui terapi transfusi plasma konvalesen, proses penyembuhan pasien yang terinfeksi virus corona dianggap bisa lebih cepat dengan persentase antara 60 – 90 persen.

Namun yang menjadi kendala adalah belum banyak pendonor plasma konvalesen yang tersedia, untuk pengambilan titer antibodi tersebut.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya