Kelakaan Gas Dampak Rusaknya Jalan Gubernur Syarkawi

Akhirnya diketahui bahwa kelangkaan gas bukan ditimbun, tetapi kekurangan stok Gas elpiji di Banjarmasin ternyata akibat hambatan distribusi

BANJARMASIN, KP – Polemik kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kg yang terjadi di Kota Banjarmasin rupanya bukan diakibatkan adanya oknum yang sengaja melakukan penimbunan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekda Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi menegaskan, bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan dampak dari hambatan proses distribusi yang terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Stok elpiji sebenarnya tidak masalah, cuma tahap penyaluran gas elpiji dari depot gas yang ada di Jembatan Barito itu ke SPBE harus melalui jalan Gubernur Syarkawi yang sekarang sedang dalam kondisi rusak parah,” ucapnya saat ditemui awak media di lobby gedung balai kota, Senin (22/02) siang.

Ia menjelaskan, akibat kondisi tersebut, mobil tangki pembawa gas tersebut tertahan lantaran tidak bisa melalui jalur darat. Sehingga pihak Pertamina harus mengoperasionalkan kapal LCT untuk menyeberangkan mobil tangki pembawa gas agar bisa dikonversikan ke tabung gas berbagai macam ukuran.

“Pertamina juga sudah menambah jumlah mobil tangki pembawa gas dengan menyewa angkutan dari Kalimantan Tengah sebanyak 3 buah,” tambahnya

Karenanya, pria dengan sapaan Doyo itu berharap dengan adanya penambahan tersebut bisa mengurangi dampak kelangkaan yang terjadi di masyarakat.

“Semoga saja dengan adanya penambahan dari pertamina yang diangkut lewat jalur sungai ini mampu menambah stok elpiji di Banjarmasin,” ujarnya.

Berita Lainnya

Satgas Belum Rekomendasikan PTM

1 dari 3.201

Kendati demikian, Doyo tidak bisa menjamin kelangkaan yang terjadi belakangan ini bisa teratasi secara cepat.

“Yang pasti kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak pertamina agar kelangkaan ini bisa berangsur-angsur bisa teratasi,” tandasnya.

Ia melanjutkan, seandainya proyek Jembatan Alalak di Kayu Tangi Ujung yang sekarang masih dalam tahap pengerjaan itu sudah selesai, maka proses pendistribusian akan lancar dan kelangkaan gas elpiji di Banjarmasin bisa teratasi dengan cepat.

“Mobil tangki pembawa gas tidak perlu lagi lewat Sungai Tabuk. Bisa langsung melewati Kayu Tangi menuju ke SPBE terdekat,” pungkasnya.

Dengan kondisi demikian. Lantas, apakah Pemko Banjarmasin akan melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan tersebut?

Menurut Doyo, pihaknya tidak akan melakukan hal tersebut pasalnya Operasi Pasar dilakukan apabila terjadi kelangkaan akibat stok gas elpiji yang tidak memadai dalam memenuhi permintaan warga.

Sedangkan saat ini stok elpiji di pertamina untuk Banjarmasin masih memadai, hanya saja proses penyalurannya saja yang terkendala rusaknya jalan. Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan Operasi Pasar.

“Cara untuk bisa cepat menanggulangi kelangkaan ini adalah secepatnya menyelesaikan Jembatan Alalak dan memperbaiki kondisi jalan di Jalan Gubernur Syarkawi. Ini problem yang harus diselesaikan di tingkat provinsi dan nasional,” tegasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya