Pangkalan Terindikasi Naikkan HET Haram Hukumnya

Banjarmasin, KP – Adanya indikasi pangkalan gas elpiji yang sengaja menaikkan harga jual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) rupanya menyita perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Pasalnya, kondisi kelangkaan gas melon yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal yang dengan sengaja menaikkan harga jual dari bahan bakar gas bersubsidi tersebut.

Menanggapi hal itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi menegaskan, bahwa perilaku tersebut sangat tidak dibenarkan dan sangat menyusahkan masyarakat.

“Haram hukumnya pangkalan gas yang menjual diatas HET,” tegasnya saat ditemui awak media di depan lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (22/02) siang.

Berita Lainnya
1 dari 3.215

Selain itu, ia juga mengecam keras pangkalan yang dengan sengaja menjual gas untuk warga miskin tersebut kepada para pengecer atau warung-warung.

“Karena kenaikan harga elpiji yang melampaui HET ini terjadi akibat ada yang menjual gas elpiji di luar pangkalan. Ini yang akan kita lakukan razia,” ujarnya.

Menurutnya, sekalipun kelangkaan yang terjadi saat ini diakibatkan gangguan dalam proses distribusi jalur darat. Pangkalan sama sekali tidak boleh menjual di atas HET apalagi menjual ke pengecer untuk dijual kembali.

“Kalaupun ada, silahkan laporkan ke kita dan pertamina. Izin operasinya nanti dicopot, kita juga sudah mendesak Pertamina agar praktek seperti ini diungkap dan dihentikan,” tandasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya