Komisi III DPR RI dengan Kapolda Kalsel, Bahas Penegakan Hukum Lingkungan

Banjir banyak faktor selain faktor alam, tata kelola yang mungkin tidak sempurna baik pertambangan, kehutanan, perkebunan faktor lainnya

MARTAPURA, KP – Hari ini, Jumat (5/2/2021) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), berjanji bahas terkait penegakan hukum lingkungan dengan Kapolda Kalsel dan jajaran.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh saat ditemui wartawan, usai penyerahan bantuan mengatakan, musibah bencana banjir yang terjadi di Kalsel disebabkan sejumlah faktor.

Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini tak menampik bahwa selain ujian dari Allah SWT berupa tingginya curah hujan yang tak biasa, tak dipungkiri juga ada faktor-faktor terkait dengan manusia.

“Banjir banyak faktor selain faktor alam, tata kelola yang mungkin tidak sempurna baik pertambangan, kehutanan, perkebunan. Sedankan faktor lain dari alam sendiri tingginya intensitas hujan tidak berbanding lurus dengan kapasitas sungai yang ada.

Demikian juga air laut tinggi, jadi ada kesalahan manusia ada juga cobaan dari Allah SWT,” katanya lagi.

Ia berjanji dalam pertemuan dengan Mitra Kerja Komisi III DPR RI di Kalsel.
“Iya akan dirapatkan. Kami besok akan rapat khusus dengan Kapolda terkait tata kelola tambang juga,” ungkapnya.

Kunjungan kerja turut didampingi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Drs Rikwanto, S.H, M.Hum beserta Forkompimda Kalsel dan Pejabat Utama Polda Kalsel, Kamis (4/2/2021).

Pada bagian lain, Khairul Saleh mengapresiasi Presiden RI Joko Widodo yang cepat dalam penanganan bencana banjir di Kalsel.

“Alhamdulillah Presiden sudah meninjau dan telah mengambil langkah-langkah untuk membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan banjir,” katanya.

Komitmen pemerintah dalam perbaikan infrastruktur yang rusak terdampak banjir pun dinilai Khairul Saleh jelas terlihat.

Melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono dan instansi terkait lainnya, segala perbaikan mulai jembatan.

Sementara dari pantauan, meski banyak lokasi banjir sudah mulai surut, namun sejumlah titik pemukiman warga di Provinsi Kalsel masih saja terendam air.

Berita Lainnya

Wahid Monitoring Rumah Sakit

1 dari 1.258

Sebut saja di sebagian kawasan di Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Martapura Barat di Kabupaten Banjar, Kalsel.

Kawasan ini pula yang menjadi sasaran penyaluran bantuan kemanusiaan oleh Komisi III DPR RI.

Dalam rombongan Komisi III di antaranya Pangeran Khairul Saleh, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, yang bersama-sama menaiki perahu karet milik Dit Polairud Polda Kalsel menuju salah satu posko pengungsian di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk.

Ratusan paket bantuan termasuk berisi bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari diserahkan kepada para korban banjir di sejumlah titik.

Dimana sejumlah warga di desa ini masih mengungsi termasuk di bangunan-bangunan fasilitas pendidikan seperti sekolah dan TK Alquran.

Begitu juga di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, rombongan juga saat menyerahkan bantuan di titik ini melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat yang masih mengungsi.

Aula Kantor Kecamatan Martapura Barat masih diisi oleh sejumlah pengungsi mayoritas berusia lanjut yang rumahnya masih tergenang banjir.

Meski hanya menyerahkan secara langsung bantuan di tiga titik di dua kecamatan di Kabupaten Banjar.

Namun bantuan kemanusiaan dari Komisi III DPR RI, yang tiba di banua ini dipimpin H. Desmond Junaidi Mahesa, SH, MH, juga menyasar masyarakat terdampak banjir di dua kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

“Komisi III memberikan 2 ribu paket bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Batola, Kabupaten Banjar dan Kabupaten HST,” tambah Habib Aboe Bakar saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat.

Habib Aboe Bakar Al Habsyi, menjelaskan maksud kedatangannya sebagai bentuk kemanusiaan dengan harapan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus dapat meringankan beban masyarakat terdampak baik dari dampak banjir maupun dampak dari Covid-19.

Hal senada disampaikan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, bahwa TNI-Polri akan melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai Tupoksi masing-masing.

“Kami siap melayani masyarakat. Apapun kesulitan masyarakat, adalah merupakan kesulitan TNI-Polri juga,” tegasnya. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya