Pasca Banjir, Harga Sejumlah Bumbu Dapur Mulai Turun

Untuk cabai rawit hijau, dari Rp 90 ribu turun menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Sementara, cabai rawit tiung, sempat naik di kisaran Rp 80 ribu, kini stabil pada harga Rp70 ribu per kilogram.

BANJARMASIN, KP – Seiring banjir yang mulai surut, sejumlah komoditas bumbu dapur perlahan berangsur mengalami penurunan.

Seperti diungkapkan, Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom M Tezar, terjadi penurunan pada sejumlah komoditas.

“Diantaranya, jenis cabai merah, diketahui sebelum musibah banjir, harganya Rp 55 ribu per Kilogram. Dari pantauan beberapa hari ini turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram,” ujarnya.

Demikian pula dengan jenis cabai lain, semisal cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan cabai rawit tiung. Sebelumnya, cabai rawit merah sempat melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram.

Diperparah lagi, ketika intensitas hujan tinggi dan banjir di sejumlah daerah penghasil, menjadikan harga cabai rawit merah menyentuh Rp140 ribu per kilogram.

“Berdasar pantauan, sekarang harganya berangsur-angsur turun dan cenderung normal di harga Rp100 ribu per kilogram,” sebut Tezar.

Untuk cabai rawit hijau, dari Rp 90 ribu turun menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Sementara, cabai rawit tiung, sempat naik di kisaran Rp 80 ribu, kini stabil pada harga Rp70 ribu per kilogram.

“Kemudian, jenis cabai merah keriting stabil di harga Rp 75 ribu per kilogram. Begitu pula cabai rawit taji harganya masih Rp 110 ribu,” imbuhnya.

Berita Lainnya
1 dari 654

Sedangkan, harga komoditas lain seperti bawang dan ikan masih terbilang stabil. Seperti, harga bawang merah yang turun dari Rp 29 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

Begitu pula bawang putih, bawang prei, dan bawang bombay, sejak awal bulan sampai sekarang tidak mengalami kenaikan harga.

“Kalau ikan laut dan ikan sungai, tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Meski, beberapa jenis ikan stoknya di pasar berkurang,” tambahnya

Tapi, tidak demikian untuk jenis sayur-mayur lokal dan kacang kedelai.

“Sayuran lokal masih terdampak banjir, jadi produksinya agak berkurang. Sedangkan, kedelai impor mengalami kenaikan harga menjadi Rp 14 ribu per kilogram, yang berimbas pada harga tahu dan tempe,” ungkap Tezar.

Lebih jauh, terkait ketersediaan sembako berdasarkan pantauan Disperdagin, ia mengatakan masyarakat tak perlu khawatir.

“Distribusi sudah mulai lancar. Sebelumnya, harga naik disebabkan jalur distribusi yang terhambat banjir,” pungkasnya.

Sementara, seorang pedagang makanan di Jalan Meratus, Sari mengakui, sejumlah jenis bumbu dapur terjadi penurunan harga. Namun, ada beberapa komoditas lain yang ia rasa masih mahal.

“Harga telur ayam masih terbilang mahal, antara Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogramnya. Padahal, sebelumnya sekitar Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan, harga daging ayam masih cukup normal,” katanya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya