Tanggap Darurat Berakhir, Pemko Belum Tentukan Status

Banjarmasin, KP – Status tanggap darurat banjir dan air pasang di Kota Banjarmasin yang sebelumnya diperpanjang selama 14 hari berdasarkan saran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi berakhir pada Kamis (25/02).

Namun untuk selanjutnya, Pemko Banjarmasin belum memutuskan perihal status tersebut. Pasalnya ditengah berakhirnya status tanggap darurat banjir, Tim Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir (NSPB) masih belum merampungkan targetnya yakni melakukan upaya normalisasi sungai untuk menghadapi dalam upaya penanganan banjir jangka panjang.

“Kita masih cari formulasinya. Apakah diperpanjang atau bagaimana. Karena Tim Satgas juga kita berikan kesempatan 10 hari kedepan untuk segera merampungkan tugasnya,” ucap Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar saat ditemui awak media usai melakukan rapat evaluasi satgas NSPB di lobby Balai Kota Banjarmasin, Kamis (25/02) petang.

Menurutnya, sejauh ini masih ada beberapa titik yang terendam, meski tidak berlangsung lama. Hal itu dikarenakan air pasang yang berbarengan dengan curah hujan tinggi.

“Masih ada beberapa titik. Tapi kalau air surut, maka airnya juga turun. Meskipun cukup memakan waktu lama karena memang nampaknya masih ada sumbatan-sumbatan,” pungkasnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.211

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan status tanggap darurat bencana banjir tersebut kembali diperpanjang.

Mengingat saat ini kondisi debit air di sungai wilayah hulu dan Kabupaten Banjar sedang dalam keadaan tinggi. Sehingga bisa saja terjadi limpahan air kiriman.

Oleh karena itu, lanjut Mukhyar, Tim Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir akan bekerja keras untuk melakukan normalisasi sungai. Terutama di wilayah prioritas yakni A Yani dan Veteran.

Disamping juga melakukan terus sosialisasi kepada masyarakat untuk mau membongkar sendiri bangunannya, yang dianggap mempersempit dan menghambat aliran sungai.

“Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Sudah ada beberapa juga yang membuat pernyataan siap membongkar. Tapi minta waktu. Artinya kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya