Bank Sampah Buncu Elha HSU Dinilai Efektif Kurangi Volume TPA

BANK SAMPAH. (KP/Ist)

Amuntai, KP – Keberadaan Bank Sampah oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan (DIsperkim LH) dinilai efektif dalam mengurangi Volume Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Disperkim LH mengajak masyarakat untuk memanfaatkan menabung di Bank Sampah yang diberi nama Buncu Elha ini selain bisa menambah pendapatan juga sebagai upaya mengurangi permasalahan sampah.

Proses penyadaran lingkungan melalui tabungan sampah yang dinilai dengan uang dapat mengubah paradigma masyarakat tentang sampah. Bank sampah menjadi metode alternatif pengelolaan sampah yang efektif, aman, sehat dan ramah lingkungan.

Direktur Bank Sampah Buncu Elha, Jakaria, menyampaikan bahwa Gerakan menabung di bank sampah merupakan salah satu upaya mengurangi permasalahan sampah dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menambah pendapatan.

Menurut Jakaria, melalui gerakan menabung di bank sampah ini terbukti efektif mampu mengurangi beban atau volume sampah yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga masyarakat juga tergugah kesadarannya dalam mengelola sampah.

“ Ya alhmadulillah terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah dan sebagai upaya mengajak masyarakat untuk semakin meningkat kesadaran dalam mengelola sampah”, ungkapnya.

Untuk Bank Sampah Buncu Elha HSU memiliki sebanyak 49 unit, Jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang.

Berita Lainnya
1 dari 309

“Bagi Masyarakat yang ingin menabung atau menjual sampahnya bisa datang langsung kekantor kami di Jl. Sukmaraga No.61 RT.7 Kelurahan Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah,” lanjut Zakaria.

Dikatakannya gerakan pilah sampah dari rumah bisa mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga di antaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang dimana sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat, akan dikumpulkan di Bank Sampah.

Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual yang secara tidak langsung juga dapat berdampak pada terbantunya perekonomian masyarakat.

“Pengurangan sampah dimulai dengan memilah sampah yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut dan punya nilai ekonomis. Pengurangan sampah di sumber yang menjadi kegiatan strategis perlu gerakan dari semua masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa menabung di Bank sampah sangatlah mudah, masyarakat hanya perlu mengumpulkan sampah kemudian memilah sampah sesuai jenisnya (plastik, kertas dan logam), bisa secara individu maupun kelompok. Kemudian masyarakat tinggal datang ke Bank Sampah dengan membawa sampah terpilah tersebut.

Jakaria menyebutkan adapun harga yang dipatok per jenis sampah ini disesuaikan dengan harga lapak pasaran sampah, seperti kertas putih Rp 1.100/kg, kardus Rp1.200/kg, gelas plastik bersih sekitar Rp.3.500/kg, kaleng aluminium Rp 8.000/kg, rak telor Rp. 100/buah dan jenis sampah lainnya. (nov/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya