BPR Tanah Laut Dua Kali Berturut-Turut Meraih Penghargaan

Pelaihari, KP – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam dua tahun terakhir, dengan predikat The Best versi majalah Infobank terbitan edisi 514 bulan Februari 2021.

Dalam penjelasan laki-laki muda berkacamata itu menyebutkan, penghargaan yang diraih tahun 2021 ini beraset Rp 25 Miliar hingga Rp 50 Miliar, sedangkan untuk tahun 2020 lalu mendapat penghargaan yang sama dengan kategori beraset Rp15 Miliar – Rp 25 Miliar.

“Penghargaan tahun 2020 tidak diseremonialkan terkait Covid-19, dan tahun 2021 akan diterima pada akhir bulan ini di Jakarta,” jelasnya.

Sukamta menceritakan, bagaimana sejak didirikan pada tahun 2015 hingga 2018, BPR Tanah Laut terus menerus mengalami kerugian. Bahkan, menurutnya pada tahun buku 2018 kerugian BPR mencapai Rp 1,5 miliar lebih besar dari modal setor yaitu Rp 1,15 miliar.

“Waktu itu sudah disarankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dibubarkan waktu itu, namun begitu saya dilantik pada 17 September 2018 selama tiga bulan sampai bulan Desember kita perbaiki sisi manajemennya, kemudian kita bantu untuk mendapatkan pangsa pasarnya kemudian kita komunikasikan dengan Bank Kalsel untuk memberikan support dalam bentuk dana segar (fresh money),”ungkapnya.

Demi menyelamatkan BPR Tanah Laut bupati juga mengambil kebijakan mewajibkan para Pejabat Administrator Lingkup Pemkab Tala untuk menabung di BPR, ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan penyediaan Capital Adequacy Ratio (CAR) yaitu, rasio kecukupan modal yang berguna untuk menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi bank.

“Sehingga pada 2019 kemarin kinerja meningkat bahkan tahun buku 2019 menghasilkan keuntungan sebesar Rp 310 juta. Tahun buku 2020, kita mendapat dua setengah kali lipat keuntungan. Ini sebuah kinerja yang sangat baik dan BPR kita juga membantu pelaksanaan program pinjaman dengan bunga nol persen dari Pemkab Tala,” tuturnya.

Berita Lainnya
1 dari 374

Orang nomor satu di Tala itu juga menjelaskan, selama ini Pemkab Tala memiliki Program Gerakan Peningkatan Usaha Rakyat Melalui Kredit Tanpa Bunga dan Rente bagi Ekonomi Lemah (Gapura Karomah) atau pinjaman dengan bunga nol persen yang disalurkan melalui BPR.

Sukamta mengaku kagum atas capaian BPR, karena angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada program pinjaman bunga nol persen tersebut sangat rendah yaitu dibawah dua.

“NPL-nya sangat rendah, penyaluran kreditnya juga sangat baik. Sehingga saya lihat memang memiliki progress yang baik. Kita dorong untuk menjadi BPR yang lebih kuat lagi, dengan menambah penyertaan modal sehingga BPR Tanah Laut memiliki cabang setiap kecamatan yang ada di Tala,” harapnya.

Rinanto menjelaskan, penilaian dalam penghargaan ini meliputi, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Untuk PT BPR Tala meraih penilaian keseluruhan 90,72, sehingga mendapat predikat The Best. Dan direncanakan acara diseremonialkan pada 31 Maret 2021 di Gedung Tribrata Dharmawangsa Jakarta.

Sementara itu, dikutip dari majalah Infobank cara menentukan predikat The Best Bank milik Pemda dinilai dari laporan keuangan masing-masing bank, jika rating bank dan BPR menggunakan data keuangan per September atau triwulan ketiga. Biro Riset Infobank juga mengambil beberapa langkah untuk menentukan predikat best pada BPR yang ada yakni, menentukan formula rating yang didasarkan pada perkembangan perbankan dan kebijakan regulator serta pencapaian perbankan secara industri. Pada tahap ini dilakukan diskusi dengan dewan redaksi, tim Biro Riset Infobank, kalangan perbankan dan pengamat, sehingga didapatkan formula yang matang.

Kedua, pengumpulan data. Data yang dikumpulkan adalah laporan keuangan periode September 2019 sampai dengan September 2020, manakala laporan keuangan neraca dan rugi-laba terkumpul, Biro Riset Infobank tidak perlu lagi meneliti lebih dalam. Ketiga, mengolah angka-angka dengan berbagai rasio dan pertumbuhan yang sudah ditetapkan. Hasilnya dikaitkan dengan bobot yang telah diberikan sebelumnya. Pemberian bobot ini dilakukan secara seragam antara komponen yang satu dengan yang lain. Keempat, memberi notasi akhir untuk pemberian predikat. Setelah nilai terkumpul pemeringkatan pun dilakukan.Ini hanya untuk memudahkan dalam membaca, bagi Biro Riset Infobank, dari semua rating yang utama adalah predikat, bukan nomor urut.

Kelima, mengelompokkan bank-bank sesuai dengan besaran aset, setelah itu keluar predikat dan peringkat sesuai dengan nilai yang diperoleh. Untuk penilaian kredit bermasalah atau NPL tidak ada lagi toleransi. Bagi bank yang NPL nya diatas 5 persen langsung didiskualifikasi. (rzk/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya