Di Tengah Kepungan Bencana, Unsur Pimpinan Wakil Rakyat Minta Mobil Dinas Baru

Banjarmasin, KP – Situasi Kota Banjarmasin yang saat ini masih dikepung pandemi Covid-19 serta ancaman kembali terjadinya bencana banjir dan air pasang rupanya tak menghalangi niat unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin untuk mengajukan pergantian mobil dinas.

Permintaan itu mencuat ketika mobil milik wakil rakyat Bumi Kayuh Baimbai itu terlihat berjejer di garasi Balai Kota Banjarmasin.

Dari halaman depan Balai Kota sudah bisa terlihat tiga mobil mewah jenis sedan berwarna hitam dan berplat merah yang sebelumnya digunakan sebagai sarana transportasi oleh para unsur pimpinan wakil rakyat Banjarmasin itu kini hanya terparkir rapi di samping bus operasional Pemko Banjarmasin.

Habar tersebut dibenarkan oleh Kasubbag Rumah Tangga dan Pengadaan Barang, Bagian Umum, Setdakot Banjarmasin, Lukman Hakim.

Saat ditemui awak media, Lukman mengatakan bahwa rencana penggantian mobil dinas baru itu diusulkan untuk Ketua Dewan dan tiga orang Wakil Ketua agar bisa di ganti dengan mobil yang baru.

“Ya, anggota dewan mengusulkan kepada kita untuk menggantikan mobil dinas mereka,” ucapnya di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (01/03) siang.

Ia menjelaskan mobil dinas tersebut sudah dikembalikan oleh keempat unsur pimpinan DPRD Kota Banjarmasin.

“Mobil dinas mereka dikembalikan, dan mengajukan mobil pengganti yang jenisnya bukan sedan tapi jenis mobil lapangan,” ungkapnya.

Lukman membeberkan, terdapat beberapa pertimbangan usulan pembaruan mobil dinas tersebut. Alasan terkuat, adalah terkait kelayakan mobil dinas saat ini.

Pasalnya, Mobil jenis Camry yang sekarang digunakan dinilai kurang menunjang aktivitas di lapangan. Ditambah usia yang sudah menyentuh 5 tahun.

“Karena sedan ini memakainya itu kurang efektif,” tukasnya.

Berita Lainnya

Pj Walikota Tinjau Pelayanan Kesehatan

1 dari 2.635

Lantas berapa anggaran untuk pengadaan mobil dinas itu?

Ia menegaskan, meski belum diketahui jenis mobil yang diajukan sebagai pengganti, yang pasti harga untuk satu unit mobil telah dianggarkan maksimal sekitar Rp500 juta/mobil.

Jika dikali empat, nilai seluruhnya mencapai Rp2 miliar. Dan semua anggaran belanja dalam pembelian tersebut berasal dari APBD 2021.

“Tapi kita tidak tahu, mau diganti menjadi apa karena menyesuaikan anggaran,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai nasib mobil dinas yang diganti, Lukman menuturkan bahwa keempat mobil tersebut akan dikembalikan ke Pemko Banjarmasin.

Selanjutnya, akan mengikuti lelang terbuka oleh Bidang Aset Badan Keuangan Daerah Banjarmasin.

“Kita cuma mengusulkan saja ke Bidang Aset, berapa buah mobil yang akan dihapuskan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar menambahkan, bahwa pihaknya memang menyediakan anggaran sebesar Rp 500 juta per mobil.

Namun, Mukhyar menegaskan, jumlah anggaran tersebut tidak serta merta langsung digunakan semuanya untuk membeli sebuah mobil dinas.

“Itu jumlah maksimal kan. Tapi kalau memang bisa hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 300 juta atau Rp 400 juta, tidak harus memakai anggaran maksimal,” imbuhnya.

Disamping itu, kondisi banjir dan pandemi Covid-19 yang belum selesai juga harus dijadikan pertimbangan.

“Lagian saat ini sedang menghadapi Covid-19 dan banjir. Yaa bisa jadi pertimbangan lah,” timpalnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya