BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Setiap tanggal 29 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) sebagai bentuk penghormatan atas jasa, pengabdian, dan peran penting para lanjut usia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan HLUN juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, kesejahteraan, serta pemenuhan hak-hak para lansia agar tetap dapat hidup layak, sehat, dan bahagia di tengah keluarga maupun lingkungan sosial.
Ketua Dewan Penasehat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kalimantan Selatan, Prof Dr Ahmad Yunani SE MSi, menegaskan bahwa Hari Lanjut Usia Nasional harus dimaknai sebagai pengingat akan pentingnya tanggung jawab keluarga terhadap orang tua dan para lansia.
Menurutnya, keberadaan lansia tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan bagian penting dari keluarga dan masyarakat yang memiliki pengalaman serta nilai kehidupan yang berharga.
“Hari Lanjut Usia Nasional harus menjadi media untuk mencapai keluarga bahagia dan mengingatkan tanggung jawab keluarga terhadap orang tua serta para lansia sebagai bagian yang tidak boleh lepas dari perhatian,” ujar Yunani yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ULM Banjarmasin, Jumat (29/5/2026).
Ia menambahkan, perhatian kepada para lansia bukan hanya bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka selama ini, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
“Perhatian kepada lanjut usia bukan hanya bentuk penghormatan atas jasa dan pengalaman mereka, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.
Yunani juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan orang tua yang telah memasuki usia lanjut. Sebab, para orang tua dan lansia memiliki peran besar dalam membentuk generasi serta membawa bangsa hingga berada pada kondisi saat ini.
“Merekalah yang telah membawa dan menyiapkan kita sampai pada titik ini sebagai bangsa yang kuat,” pungkasnya.(Nn/KPO-1)















