Diskusi Kelompok Terpumpum Resolusi Konflik Kebahasaan di Masyarakat

Kotabaru, KP – Era sekarang menggunakan media sosial sebagai salah satu wahana komunikasi merupakan fenomena yang lumrah. Namun selain dampak positif, juga terdapat dampak negatif bagi para pengguna sosial media, terutama jika kurang bijak menggunakan kalimat bersosial media. Bahkan sering berujung pada sanksi hukum. Karenanya, Pelaksana harian (Plh) Bupati Kotabaru H Said Akhmad mengajak seluruh masyarakat di Bumi Saijaan Kotabaru, agar bijak dalam hal menggunakan sosial media.

Hal tersebut disampaikan oleh H. Said Akhmad Assegaf, 9/3/2021 usai menghadiri diskusi kelompok terpumpun resolusi konflik kebahasaan, di aula rapat Setda Kotabaru Operation Room.

“Disatu sisi media sosial menjadi tempat berinteraksi, bersilaturahmi dan berkomunikasi bagi masyarakat di dunia maya. Namun tidak jarang juga disalahgunakan sebagai tempat untuk menyebar berita bohong (hoax), ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan,” ujar H. Said Akhmad.

“Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika akan terus melakukan pengawasan di media sosial dan juga terus mensosialisasikan berkaitan dengan ITE. Jangan sampai, masyarakat kita dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga melanggar etika-etika hukum yang berlaku.

Berita Lainnya
1 dari 206

Alhamdulillah, dari laporan Polres Kotabaru tadi, masalah ITE tidak banyak terjadi di Kotabaru seperti di kota-kota besar. Berarti masyarakat kita sebagian besar sudah memahami.

Melalui diskusi kelompok ini, lanjut, semoga dapat menangkal atau mananggulangi konflik kebahasaan yang dapat terjadi di masyarakat, khususnya yang berasal dari media sosial.

Media sosial bukan untuk dihindari, tetapi harus dikelola dengan baik, karena bagaimanapun juga, media sosial dapat berperan sebagai alat komunikasi yang baik,” kata H. Said Akhmad.

Sementara Plh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Mangara Siagian, mengucapkan” Terimakasih atas sambutan dan diterimanya kedatangan kami di Kabupaten Kotabaru. Tujuan dari diadakannya diskusi ini, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan bahasa di media sosial, sehingga tidak terjadi konflik di tengah masyarakat “. Ujarnya.

Acara diskusi berjalan dengan baik dan dibawakan oleh empat narasumber, yakni Plh Bupati Kotabaru, H Said Akhmad, Kepala Diskominfo Kotabaru, Rahadiyan Riyadi, KKLP Bahasa Jahdiah, dan dari Polres Kotabaru Prayuda Bima. (and/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya