DPRD Kalsel Nilai Kabupaten HSS Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

Kandangan, KP – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memperkenankan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dinilai sangat siap melaksanakannya. 

Hal itu dituturkan Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Iberahim Noor, Jumat (12/3/2021) di Aula Ramu Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten HSS. 

Sebanyak 8 anggota Komisi IV tersebut melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten HSS, terkait rencana PTM di sekolah-sekolah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Iberahim Noor menilai, Kabupaten HSS sangat siap untuk melaksanakan PTM kembali di sekolah-sekolah. 

Ia mengatakan, Kabupaten HSS dianggap siap karena sudah berpengalaman dalam menerapkannya. 

“Saya kira untuk kabupaten HSS, mereka sangat siap belajar tatap muka. Karena sebelumnya, mereka juga sudah pernah melaksanakan selama pandemi,” ujar Iberahim Noor. 

Ia juga memuji penanganan bagus dari Kabupaten HSS dalam pelaksanaan PTM itu, yang akan menjadi bahan kajian pihaknya.

Bupati HSS Achmad Fikry menjelaskan, sebelumnya pada 7 Desember 2020 lalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengajukan permohonan rekomendasi pelaksanaan PTM untuk SD dan SMP. 

Berita Lainnya
1 dari 501

Lalu, Satgas Covid-19 Kabupaten HSS meminta Disdikbud memantapkan lagi persiapan, terutama fasilitas protokol kesehatan di sekolah. Akhirnya, rekomendasi dikeluarkan untuk melaksanakan PTM mulai 4 Januari 2021. 

“Alhamdulillah, 4 Januari dimulai tatap muka yang pertama,” ucapnya.

Memastikan PTM berjalan baik, Bupati memerintahkan semua Kepala SOPD, Camat, Satgas Kecamatan, Kepala Desa dan Satgas Desa untuk memantau langsung proses belajar mengajar disekolah. 

Achmad Fikry mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan, PTM berjalan dengan baik. Fasilitas cuci tangan telah disiapkan, menerapkan jaga jarak, dan kebijakan sekolah ada yang memakai sistem shift, maupun pergantian hari.

Bahkan, pihaknya juga memantau hingga sekolah yang paling ujung, yakni di Desa Hakurung yang berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara. 

“Alhamdulillah, selama proses belajar tidak ada yang terkonfirmasi Covid-19 baik guru maupun siswanya,” ungkapnya.

Sepekan menerapkan PTM, ada kebijakan dari pusat untuk melakukan pembatasan skala mikro dan provinsi pun mengeluarkan kebijakan sama. Salah satu kebijakan mikro, tidak diperkenankan PTM. 

Sehingga PTM di HSS juga dihentikan hingga sekarang, untuk mengikuti kebijakan di atas.

Menyiasati itu, Pemkab HSS memanfaatkan berbagai media. Salah satunya bekerja sama dengan stasiun radio swasta lokal, hingga kebijakan guru mengunjungi ke rumah para murid. (tor/K-6) 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya