Fahrizal Fitri Ungkap Potensi Sumber Daya Genetik Kalteng

Palangka Raya, KP – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalteng, Fahrizal Fitri mengungkapkan potensi sumber daya genetik di daerah ini, meliputi padi, talas, ubi uwi dan cengkeh.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber pada pada kegiatan Sub-National Inception Workshop Provinsi Kalimatan Tengah-Fase Hibah Persiapan Proyek (PPG) melalui video conference dari Ruang Rapat Bajakah 2, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (16/3).

Fahrizal memaparkan, regulasi dan program pengembangan potesi SDG padi (Oryza sp), ubi talas (Colocasia sp), ubi uwi (Dioscorea sp), cengkeh (Syzygium aromaticum syn. Eugenia aromatic) dan pala (Myristica fragrans) di Kalteng, yang tertuang dalam RPJMD Kalteng 2016-2021.

“Pemanfaatan sumber daya genetik tersebut terbagi menjadi dua, yakni manfaat langsung meliputi nilai ekonomi riil yang menghasilkan produk sumber benih dan bahan baku, dan manfaat tidak langsung meliputi potensi nilai ekonomi, pemuliaan dan menghasilkan produk varietas unggul,” jelasnya.

Diungkapkan, sebaran padi lokal di Kalteng, yakni Kabupaten Barito Selatan terdapat tujuh jenis padi lokal, Barito Timur terdapat 19 jenis padi lokal, Barito Utara terdapat 14 jenis padi lokal, Gunung Mas 11 jenis padi lokal, Kapuas terdapat enam jenis padi lokal, Katingan tujuh jenis padi lokal,.

Berita Lainnya
1 dari 463

Sedangkan Kabupaten Kotawaringin Barat tiga jenis padi lokal, Kotawaringin Timur satu jenis, Lamandau terdapat 10 jenis, Pulang Pisau tujuh jenis, Seruyan tujuh jenis, Sukamara dua jenis dan Murung Raya 18 jenis. “Padi lokal Kalteng sudah terdaftar di Kementerian Pertanian,” ungkap Fahrizal.

Misalnya, di Kabupaten Katingan seperti Babilem Hai, Babilem Kurik, Jaragan Mayang, Jaragan Baputi, Pudak, Hiup dan Sirandah. Barito Utara diantaranya Talun Koyem, Talun Setia, Talun Longkong dan Talun Raden Pahit. Kabupaten Lamandau diantaranya Sehui, Kumpang Omas, Ronik, Semondung dan Bunga Buluh. “Kabupaten Barito Timur yakni Siam Busu, Kabupaten Kotawaringin Barat Sei Sekonver dan Kabupaten Kotawaringin Barat yakni Siam Epang,” jelasnya.

Untuk ubi talas, nama lokal talas di Kalteng “Kujang”. Budidaya talas dapat tumbuh di daerah rawa gambut dengan penambahan kapur, yang menghasilkan umbi mencapai 4 kg atau lebih.

“Jenis talas lokal/kujang, diantaranya bawak baputi, bawak bua bahandang, enyuh bahandang, Madura, Punggu, Tampahas dan Sasapat,” tambahnya.

Kepala Balai Besar, BB Biogen Mastur mengatakan, setelah program ini siap dan disetujui, maka bisa dijalankan, sehingga kegiatan pemanfaatan khususnya Bioversity dari lima komoditi bisa terlaksanakan secara baik.

“Pertemuan ini untuk mencapai pemahaman sama tentang proyek dan konteks Kalteng,” tambahnya. (drt/K-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya