Harga Ayam dan Cabe Melangit, Dewan Dorong Warga Berinovasi

Palangka Raya, KP – Melambungnya harga cabe rawit segar dan ayam pedaging, akhir-akhir ini disebabkan cuaca yang tak menguntungkan petani harus disikapi dengan upaya inovasi budidaya mandiri.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi ekonomi, Natalia kepada media, Kamis (5/3) mengakui kalau harga dua komoditas pangan itu memicu inflasi sesuai rilis BPS Kalteng.

Dijelaskan masyarakat perkotaan yang terkena imbas naiknya cabe rawit dan ayam ras, bisa berinovasi memanfaatkan pekarangan untuk budidaya cabe rawit menggunakan polyback.

Tehnik budiaya mulai mencari dan menyemai bibit, memelihara cabe rawit kini sangat mudah dicari di internet, imbuhnya. Dan menyarankan memelihara aneka tanaman lainya seputar rumah.

Berita Lainnya
1 dari 499

Untuk lauk juga bisa dilakukan budidaya ikan sistem terpal atau drum bekas yang banyak dijual, sehingga lauk tak melulu ayam, tapi bisa dari hasil sendiri.

Diharapkan dengan memanfaatkan waktu luang saat pandemi covid 19 dan lahab pekarangan, bisa membantu meringankan pengeluaran ibu rumah tangga.

Bahkan kalau lahan pekarangannya cukup luas, bisa menambah penghasilan, terlebih bila produksinya melimpah melebihi kebutuhan rumah tangga sendiri.

Untuk diketahui saat ini di Kota Palangka Raya harga cabe rawit mencapai Rp 130.000 per kg, dan ayam ras mencapai Rp 43.000 per kg, sehingga menyebabkan Kalteng mengalami inflasi 0,12 persen pada bulan Pebuari tadi. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya